CUEK/BODO AMAT = KEMUNAFIKAN‼️

 




Alhamdulillah, tak terasa hari ini kita sudah berada di hari Ahad Wagē, 8 Maret 2026 M atau bertepatan dengan 19 Ramadhan 1447 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Tak terasa pula kita hampir memasuki penghujung Ramadhan. Sekitar 11 hari lagi kita akan segera menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 🥹

Ramadhan adalah bulan untuk menguatkan iman dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Bulan ini seharusnya menjadikan hati kita lebih peka terhadap penderitaan sesama Muslim di seluruh dunia.

Namun kenyataannya, di saat banyak kaum Muslim menikmati Ramadhan dengan tenang, saudara-saudara kita di Palestina masih dibombardir tanpa henti. Rumah-rumah hancur, masjid dihancurkan, anak-anak menjadi korban. Darah kaum Muslimin masih terus mengalir.

Pertanyaannya, di mana posisi kita?

Apakah kita peduli…

atau justru bersikap cuek dan diam?


Islam Mengajarkan Kepedulian Terhadap Umat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai dan menyayangi seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menggambarkan bahwa umat Islam adalah satu tubuh. Jika ada satu bagian umat yang tersakiti, maka seharusnya seluruh umat ikut merasakan kepedihan itu.

Karena itu sikap cuek terhadap penderitaan umat adalah tanda lemahnya iman.


Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman.”

(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak boleh diam terhadap kemungkaran.

Minimal, seorang Muslim harus membencinya atau merasa ora ridho! di dalam hati.

Jika melihat kezaliman lalu berkata:

“Bodo amat.”

“Bukan urusan saya.”

Maka sikap seperti ini sangat berbahaya bagi iman.


Al-Qur’an Mengingatkan Bahaya Diam Terhadap Kemungkaran

Allah SWT berfirman:

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Mereka tidak saling melarang kemungkaran yang mereka lakukan. Sungguh buruk apa yang mereka perbuat.”

(QS. Al-Ma’idah: 79)

Ayat ini menjelaskan bahwa sebuah masyarakat bisa dilaknat oleh Allah bukan hanya karena kemaksiatan, tetapi juga karena membiarkan kemungkaran terjadi tanpa ada yang mengingatkan.


Persatuan Umat Lebih Penting Dari Perpecahan

Hari ini kita sering melihat umat Islam sibuk memperdebatkan berbagai hal:

Sunni atau Syiah.

Organisasi ini atau organisasi itu.

Mazhab ini atau mazhab itu.

Padahal di saat yang sama musuh-musuh Islam justru bersatu menghadapi umat Islam.

Musuh utama umat Islam sejak dahulu hingga sekarang jelas terlihat:

Amerika.

Israel.

Dan sekutu-sekutunya seperti Inggris serta kekuatan-kekuatan yang mendukung penjajahan.

Sejarah juga mencatat bahwa perpecahan besar umat Islam terjadi setelah runtuhnya Khilafah pada tahun 1924 M / 1342 H. Sejak saat itu dunia Islam terpecah menjadi banyak negara yang lemah dan mudah diintervensi.

Padahal dahulu ketika umat Islam bersatu, mereka menjadi kekuatan besar yang disegani dunia.


Ciri Orang Munafik

Allah SWT berfirman:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada kemungkaran dan melarang dari yang ma’ruf.”

(QS. At-Taubah: 67)

Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu ciri kemunafikan adalah:

mendukung kemungkaran

dan membenci kebaikan.

Karena itu ketika ada dakwah yang mengajak kepada kebaikan lalu justru dibenci, maka kita harus berhati-hati terhadap penyakit hati tersebut.


Jangan Cuek Terhadap Urusan Umat !!

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin maka ia bukan bagian dari mereka.”

Hadits ini adalah peringatan keras bagi kita semua.

Seorang Muslim tidak boleh hidup hanya memikirkan dirinya sendiri.

Umat Islam adalah satu keluarga besar yang saling terikat oleh iman.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat kepedulian terhadap umat.

Seorang Muslim tidak boleh:

✔ cuek terhadap kezaliman

✔ diam terhadap kemungkaran

✔ membenci dakwah amar ma’ruf nahi munkar

Sebaliknya, seorang Muslim harus menjadi bagian dari orang-orang yang:

• menegakkan kebaikan

• menyampaikan kebenaran

• dan membela umat yang tertindas.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berani membela kebenaran dan peduli terhadap nasib umat Islam di seluruh dunia.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Takbir!

Allahu Akbar! 🔥


Dukung Dakwah Buletin Subuh

Apabila sahabat sekalian merasa buletin ini bermanfaat,

silakan dukung dakwah ini dengan donasi seikhlasnya.

Donasi digunakan untuk:

• biaya cetak buletin dakwah

• distribusi buletin

• kebutuhan dakwah lainnya.


Transfer melalui DANA Klik Disini untuk donasi.


Semoga setiap rupiah yang disumbangkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.


Jazakumullahu khairan katsiran.




Monggo ditonton juga Live Streaming di chanel YouTube AL VLOGGER

Posting Komentar untuk "CUEK/BODO AMAT = KEMUNAFIKAN‼️"