بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang masih melimpahkan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, kesempatan, serta umur panjang sehingga kita kembali bisa berkumpul, ngariyung, duduk bersama dalam majelis yang insyāAllah mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in, dan mudah-mudahan sampai kepada kita semua sebagai umatnya yang berusaha ittibā’ mengikuti seluruh syariat yang beliau bawa hingga akhir hayat.
Kajian ObSeSi (Obrolan Seputar Islam) malam Jum‘at Kliwon, 10 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 26 Februari 2026 M, diisi oleh Ustadz Asep Uyun dengan tema yang sangat reflektif dan menggugah:
UBAHLAH HABITSMU SEBELUM HABITS MENGUBAHMU
Sebuah Perjalanan Perbaikan Diri dan Transformasi Karakter
🌙 Ramadhan: Madrasah Perubahan
Allah Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan pembentukan habit taqwa. Target akhirnya jelas: la‘allakum tattaqūn — agar kalian menjadi pribadi bertakwa.
Dan Idul Fitri bukan garis finish ibadah, melainkan simbol bahwa ketaatan kita harus meningkat, bukan kembali ke pola lama.
🔥 Pertarungan Abadi di Dalam Diri
Di dalam diri manusia terdapat dua potensi yang terus tarik-menarik:
Potensi Kebaikan
Potensi Keburukan
Allah berfirman:
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 8–10)
Siapa yang menang?
Jawabannya sederhana namun tajam:
Yang paling sering kita beri makan.
Jika yang diberi makan adalah amarah, malas, dengki, maka itulah yang tumbuh.
Jika yang diberi makan adalah sabar, ilmu, ibadah, maka itulah yang menguat.
🛑 Kenali Musuhmu: Audit Kebiasaan Buruk
Sebelum berubah, kita harus jujur melakukan muhasabah.
Apakah masih bercokol dalam diri kita?
1️⃣ Penyakit Waktu
Malas
Menunda-nunda
Acuh tak acuh
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
2️⃣ Penyakit Karakter
Pelit
Pemarah
Pendengki
Ghibah
Susah senyum
Malas ngaji
Tentang ghibah, Allah mengingatkan:
وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
“Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
(QS. Al-Hujurat: 12)
3️⃣ Penyakit Gaya Hidup
Terlalu larut dalam game
Nongkrong tanpa arah
Hedonisme
Riba
Risywah (suap)
Allah berfirman:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
Audit ini bukan untuk menghakimi orang lain, tapi untuk menyelamatkan diri sendiri.
🍽 Kamu Adalah Apa yang Kamu Konsumsi
Makanan membentuk tubuh.
Kebiasaan membentuk jiwa.
Apa yang kita tonton, dengar, baca, pikirkan — semuanya membangun atau merusak karakter.
Jika setiap hari yang dikonsumsi adalah maksiat, maka jangan heran jika jiwa menjadi gelap.
Jika yang dikonsumsi adalah ilmu, dzikir, dan kebaikan, maka hati akan hidup.
🤔 Mengapa Berubah Itu Sulit?
Otak manusia mencintai kenyamanan. Zona nyaman itu candu. Mengubah kebiasaan terasa seperti berjalan melawan arus deras.
Namun, sulit bukan berarti mustahil.
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut: 69)
🌳 Analogi Hutan: Proses Membentuk Habit
Tahap 1 – Membabat Semak Belukar
Membentuk kebiasaan baru seperti membuka jalan di hutan lebat. Berat. Melelahkan. Penuh luka.
Tahap 2 – Jalan Setapak
Jika dilewati setiap hari, semak tidak tumbuh lagi. Jalan mulai terbentuk.
Kuncinya: Repetisi (Pengulangan).
Inilah makna istiqomah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Tahap 3 – Jalan Tol (Otomatis)
Akhirnya kebaikan menjadi identitas. Dilakukan tanpa beban. Ringan. Alami. Mengalir.
Di titik ini, kita tidak lagi dipaksa berbuat baik. Kita menjadi baik.
🌱 Menanam Benih Kebaikan
Bangun “jalan tol” untuk kebiasaan berikut:
Rajin belajar dan berbagi ilmu
Berbakti kepada orang tua dan guru
Membantu sesama dan bersedekah
Bersegera dalam kebaikan
Allah berfirman:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)
🌍 Dimensi Sosial & Spiritual
Kebiasaan baikmu adalah cahaya bagi sekitarmu.
Membahagiakan orang lain
Menjadi pribadi menyenangkan
Berdakwah melalui keteladanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad)
🎯 Tujuan Akhir: Identitas Baru
Bukan sekadar “apa yang kamu lakukan”
Tapi “siapa kamu sebenarnya.”
Pribadi shalih.
Pribadi bertakwa.
Pribadi yang ketika disebut namanya, orang teringat kebaikan.
🗺 Peta Transformasi
Bad Habits → Perjuangan & Repetisi → Identitas Baru
Perubahan bukan sulap.
Perubahan adalah proses.
Dan Ramadhan adalah momentum terbaik memulainya.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Ramadhan adalah laboratorium perubahan karakter.
Kebiasaan kecil yang diulang akan membentuk identitas besar.
Pertarungan dalam diri dimenangkan oleh yang paling sering diberi nutrisi.
Istiqomah lebih penting daripada semangat sesaat.
Hijrah sejati adalah transformasi karakter, bukan sekadar perubahan tampilan.
Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang mampu mengubah kebiasaan sebelum kebiasaan buruk mengubah arah hidup kita.
Semoga Ramadhan ini benar-benar melahirkan identitas baru: hamba yang lebih taat, lebih bersih, dan lebih bermanfaat.
Wallāhu a‘lam bish-ṣawāb.


Posting Komentar untuk "❗UBAHLAH HABITSMU SEBELUM HABITS MENGUBAHMU! - Kajian ObSeSi (Obrolan Seputar Islam)☕"