25 Hari Lagi Menuju Ramadhan: Siap² awal Ramadhan diprediksi beda‼️

 




Hari ini, Sabtu 5 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 24 Januari 2026 M, menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh Muhammadiyah, tersisa 25 hari lagi menuju bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada:

➡ Rabu Legi, 18 Februari 2026 M

Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode hisab astronomi global (KHGT), yang tidak dibatasi oleh sekat wilayah negara. Artinya, jika secara astronomis hilal sudah memenuhi kriteria di belahan bumi mana pun, maka itu berlaku untuk seluruh kaum Muslimin di dunia.


📌 KHGT: Hisab Global Tanpa Sekat Wilayah


KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal) adalah sistem kalender berbasis hisab imkan ru’yat global, dengan prinsip:

• Tidak dibatasi batas negara (nation state)

• Mengacu pada kriteria astronomi global

• Berlaku untuk seluruh dunia Islam

Prinsip ini hampir sejalan dengan konsep ru’yat global yang didakwahkan oleh Hizbut Tahrir, hanya saja:

• Muhammadiyah: menggunakan hisab (perhitungan astronomi)

• Hizbut Tahrir: menggunakan ru’yat (melihat langsung), namun tanpa batas wilayah

• NU & Pemerintah: menggunakan ru’yat + kriteria MABIMS, yang terikat wilayah nasional


📌 Perbedaan Metode = Potensi Beda Awal Ramadhan


Dari data dan maklumat yang beredar (Muhammadiyah & PERSIS), diprediksi kuat bahwa awal Ramadhan 1447 H akan kembali berbeda, sebagai berikut:

🟢 Rabu, 18 Februari 2026 M

Muhammadiyah

Saudi Arabia

Palestina

Kalender Jawa ABOGE (Kraton Yogyakarta – Rebo Legi)


🟡 Kamis, 19 Februari 2026 M

NU

Pemerintah Indonesia

Persatuan Islam (PERSIS)

Malaysia

Brunei Darussalam

Artinya:

25 hari lagi menuju Ramadhan versi Muhammadiyah & Saudi

26 hari lagi menuju Ramadhan versi Pemerintah, NU, PERSIS


📌 Hisab vs Ru’yat: Bukan Sekadar Teknis, Tapi Sistemik


Perbedaan ini sering disederhanakan seolah hanya soal hisab vs ru’yat. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, akar masalahnya jauh lebih besar, yaitu:

👉 Terpecahnya umat Islam ke dalam puluhan negara kebangsaan (nation state)

Sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah pada tahun:

📅 1342 H / 1924 M

Umat Islam terpecah menjadi lebih dari 50 negara, masing-masing dengan otoritas politik, kementerian agama, dan standar kalender sendiri.

Akibatnya:

• Kalender Hijriah tidak tunggal

• Awal Ramadhan berbeda-beda

• Idul Fitri tidak serempak

• Ibadah umat terfragmentasi oleh batas politik

Padahal Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Rabb kalian, maka sembahlah Aku.”

(QS. Al-Anbiya: 92)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam praktik hari ini, “melihat hilal” bukan lagi murni persoalan syar’i, tetapi telah dibatasi oleh otoritas negara, sehingga ru’yat di satu negeri sering tidak berlaku untuk negeri lain.


📌 Fakta Menarik: Hisab Selalu Sejalan dengan Ru’yat


Secara ilmiah, hisab modern hampir tidak pernah meleset dari hasil ru’yat. Jika hisab menyatakan hilal belum memenuhi kriteria, maka ru’yat hampir pasti gagal. Maka perbedaan sering bukan karena salah hitung, tapi karena:

❌ Batas wilayah nasional

❌ Standar politik masing-masing negara

❌ Kriteria regional seperti MABIMS

📌 Dari Masalah Kalender ke Masalah Umat

Perbedaan Ramadhan ini sejatinya hanyalah gejala, bukan akar masalah. Akar masalahnya adalah:

👉 Tidak adanya satu kepemimpinan umum bagi kaum Muslimin

👉 Tidak adanya satu otoritas tunggal yang menyatukan keputusan syar’i

👉 Umat dipecah oleh sistem sekuler nasionalisme

Inilah dampak nyata runtuhnya Khilafah:

• Umat tercerai-berai

• Syariat tidak diterapkan secara menyeluruh

• Kalender Hijriah tidak seragam

• Persatuan hanya slogan, bukan sistem


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Perbedaan awal Ramadhan hendaknya disikapi dengan bijak, dewasa, dan saling menghormati. Setiap Muslim mengikuti keputusan yang diyakininya berdasarkan ilmu dan otoritas yang ia ikuti.

Namun, umat juga perlu disadarkan bahwa perbedaan ini bukan takdir, melainkan akibat dari sistem politik yang memecah umat Islam.

Persatuan hakiki hanya akan terwujud jika umat kembali berada di bawah satu kepemimpinan, dengan satu kalender, satu otoritas syar’i, dan satu sistem yang menerapkan Islam secara kaffah.

Dengan begitu, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan ru’yat global bukan hanya konsep, tapi menjadi realitas yang menyatukan seluruh umat Islam.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpegangteguhlah kalian semuanya pada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.”

(QS. Ali Imran: 103)

Semoga Ramadhan yang akan datang bukan hanya memperkuat ibadah pribadi, tetapi juga menguatkan kesadaran umat akan pentingnya persatuan Islam yang hakiki.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk "25 Hari Lagi Menuju Ramadhan: Siap² awal Ramadhan diprediksi beda‼️"