Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, hari ini kita telah memasuki 20 hari terakhir menjelang Ramadhan. InsyaAllah, 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M.
Ramadhan bukan sekadar bulan puasa. Ramadhan adalah bulan kebangkitan ruhiyah, intelektual, dan kesadaran umat. Ramadhan adalah momentum untuk kembali menata orientasi hidup: apakah hidup ini hanya sekadar rutinitas dunia, atau benar-benar diarahkan untuk memperjuangkan ridha Allah dan kemuliaan Islam?
Ramadhan dan Kesadaran Politik Umat
Islam tidak hanya mengatur shalat, puasa, dan ibadah ritual semata. Islam adalah sistem hidup yang menyeluruh (kaffah), termasuk dalam urusan kepemimpinan, keadilan, ekonomi, dan hubungan internasional.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh).”
(QS. Al-Baqarah: 208)
Ramadhan seharusnya menjadi momentum melek politik umat, bukan politik praktis yang pragmatis, tetapi politik Islam, yaitu kepedulian terhadap urusan umat (ri’ayah syu’unil ummah).
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka ia bukan termasuk golongan mereka.”
(HR. Thabrani)
Gaza, Amerika, dan Ilusi “Perdamaian”
Di tengah mendekatnya Ramadhan, umat Islam kembali diuji dengan kondisi Palestina yang belum juga merdeka. Penjajahan masih berlangsung, darah kaum Muslimin masih tertumpah, sementara solusi yang ditawarkan dunia internasional seringkali hanyalah ilusi perdamaian.
Ketika muncul wacana keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum atau dewan “perdamaian” yang digagas oleh kekuatan besar seperti Amerika Serikat, umat Islam patut bersikap kritis. Sebab, sejarah panjang menunjukkan bahwa agenda global Barat seringkali bukan untuk membebaskan umat, tetapi untuk melanggengkan hegemoni politik, ekonomi, dan kapitalisme global.
Allah Ta’ala mengingatkan:
وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu hingga kamu mengikuti agama (jalan hidup) mereka.”
(QS. Al-Baqarah: 120)
Ini bukan soal kebencian, tetapi soal kewaspadaan politik. Umat Islam tidak boleh naif. Perdamaian yang ditawarkan oleh sistem kapitalisme global seringkali hanya menjaga kepentingan penjajah, bukan membela yang dijajah.
Ramadhan dan Spirit Perubahan
Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an bukan hanya kitab ibadah, tetapi kitab perubahan peradaban.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk serta pembeda (antara yang hak dan batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Maka, menyambut Ramadhan seharusnya tidak hanya dengan bersih-bersih rumah dan menyiapkan menu sahur, tetapi juga dengan membersihkan cara berpikir, membuka mata terhadap realitas umat, dan menata kembali orientasi perjuangan hidup.
20 Hari Terakhir: Persiapan Ruhiyah dan Kesadaran Umat
20 hari menuju Ramadhan adalah waktu emas untuk:
• Memperbaiki shalat dan hubungan dengan Allah
• Memperbanyak tilawah dan doa
• Menguatkan kepedulian terhadap kondisi umat
• Meningkatkan kesadaran bahwa Islam bukan sekadar ritual, tetapi solusi peradaban
• Tidak terbuai oleh narasi “perdamaian” yang menutup mata dari akar masalah penjajahan dan sistem yang zalim
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Semoga sisa hari di bulan Sya’ban ini menjadi masa persiapan terbaik bagi kita, bukan hanya untuk kuat secara ibadah, tetapi juga cerdas secara pemahaman dan sadar secara politik umat. Ramadhan semoga menjadi titik kebangkitan, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Semoga Allah membukakan mata dan hati umat Islam untuk melihat realitas dengan jernih, bersikap bijak dalam perbedaan, namun tetap tegas dalam memperjuangkan kemuliaan Islam dan kepentingan kaum Muslimin.
Wallahu a’lam bish-shawab.


Posting Komentar untuk "20 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN"