Akhir-akhir ini publik Ciamis dibuat miris. Pernyataan Bupati Ciamis yang mengaku menyaksikan langsung kelompok yang mengaku LGBT berkumpul secara terbuka di kawasan Alun-alun Ciamis—bahkan di depan Masjid Agung dan Pendopo—bukan sekadar kabar biasa. Ini alarm keras. Bukan hanya soal satu perilaku menyimpang, tapi soal sistem kehidupan yang membiarkannya tumbuh subur.
Ini bukan hoaks, bukan karangan. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh kepala daerah dalam forum resmi dan diberitakan media. Artinya, problem ini nyata, terjadi di ruang publik, dan disaksikan oleh penguasa sendiri.
Ketika Kemungkaran Menjadi Biasa
Yang membuat lebih ngeri bukan hanya perilakunya, tapi kenormalannya. Berkumpul terang-terangan, bertransaksi, tanpa rasa takut, tanpa rasa salah. Ini menandakan satu hal:
standar halal-haram sudah dicabut dari kehidupan.
Padahal, dalam Islam, kemungkaran bukan urusan “selera pribadi”. Ketika dilakukan di ruang publik, ia menjadi ancaman sosial.
Allah ﷻ mengingatkan:
> وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran: 104)
Ayat ini bukan hiasan dinding. Ini perintah sistemik, bukan sekadar nasihat personal.
Akar Masalahnya Bukan di Pelaku, tapi di Sistem
Banyak orang keliru. Yang diserang hanya perilakunya, tapi akar masalahnya dibiarkan.
Akar masalahnya adalah sistem sekuler-liberal:
Sekuler, karena agama dipisahkan dari pengaturan kehidupan.
Liberal, karena kebebasan dijadikan nilai tertinggi.
Kapitalistik, karena ukuran benar-salah diganti untung-rugi.
Dalam sistem ini:
Selama tidak “mengganggu ekonomi”, kemaksiatan dibiarkan.
Selama dibungkus “HAM” dan “kebebasan berekspresi”, penyimpangan dilindungi.
Negara berubah dari ra’in (pengurus umat) menjadi penonton.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنْ رَأَىٰ مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَٰلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim)
Hadis ini tidak mungkin ditegakkan sempurna tanpa kekuasaan. Mengubah dengan “tangan” itu tugas negara, bukan sekadar individu.
Demokrasi Sekuler: Subur bagi Maksiat
Demokrasi memosisikan kedaulatan di tangan manusia, bukan di tangan Allah. Akibatnya, hukum berubah sesuai selera mayoritas, tekanan opini, dan kepentingan elit.
Allah ﷻ sudah mengingatkan dengan sangat keras:
> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
(QS. Al-Māidah: 44, 45, 47)
Tiga kali Allah ulangi. Bukan tanpa sebab. Karena menolak hukum Allah bukan perkara ringan.
Islam Tidak Pernah Netral terhadap Penyimpangan
Islam tidak mengenal istilah “bebas asal suka sama suka”. Islam menjaga:
akal,
jiwa,
keturunan,
kehormatan,
dan agama.
Karena itu, Islam menutup rapat semua jalan menuju kerusakan, bukan menormalkannya.
Ketika sistem Islam diterapkan:
Maksiat dicegah sejak akar.
Ruang publik dijaga kesuciannya.
Generasi dilindungi, bukan dibiarkan jadi korban eksperimen liberal.
---
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Peristiwa di Alun-alun Ciamis ini harus membuka mata kita semua. Ini bukan sekadar kasus moral, tapi indikator rusaknya sistem kehidupan.
Selama yang diterapkan masih sekuler-liberal, kemungkaran akan terus muncul dengan wajah baru. Ditertibkan hari ini, muncul lagi besok. Dibubarkan satu tempat, pindah ke tempat lain.
Saatnya umat Islam:
berhenti takut dengan stigma “radikal”,
berhenti dibungkam dengan label “ekstrem”,
dan mulai sadar bahwa Islam memang datang untuk mengatur kehidupan secara kaffah.
Islam bukan hanya urusan masjid. Islam adalah solusi tuntas bagi rusaknya masyarakat.
> وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ





Posting Komentar untuk "Kelompok LGBT Berkumpul Terang-Terangan di Alun-alun Ciamis‼️: Bukti Nyata Kebobrokan Sistem Sekuler-Liberal yang Mengatur Negeri Ini"