75 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN

 



Hari ini Jum’at, 5 Desember 2025 M / 15 Jumadil Akhir 1447 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang ditetapkan Muhammadiyah. Artinya, kita tinggal 75 hari lagi menuju bulan penuh keberkahan — Ramadhan 1447 H, yang insyaAllah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M.


Hitungan hari yang makin dekat ini bukan sekadar reminder tanggal, tapi sekaligus alarm jiwa: “Sudah sejauh mana kita menyiapkan diri menyambut bulan suci?”


Namun ada yang lebih penting lagi, yaitu bagaimana kita memahami Islam secara menyeluruh, bukan sebatas ritual, bukan sebatas seremonial, bukan sekadar rutinitas.



---


ISLAM ITU HARUS KAFFAH — BUKAN SETENGAH-SETENGAH


Hari ini banyak orang memandang Islam hanya sebagai agama spiritual: solat, wirid, puasa, tahlilan, yasinan — selesai.

Padahal Islam bukan agama ritual doank! Islam itu minhajul hayah, sistem hidup lengkap yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia:


• Politik


• Ekonomi


• Hukum


• Sosial


• Kehakiman


• Pendidikan


• Hingga hubungan internasional



Dalilnya jelas, yo!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

> “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah…”

(QS. Al-Baqarah: 208)




Dan ayat ini bukan ajakan, tapi perintah. Menolak menerapkan hukum Allah? Allah sudah kasih peringatannya:


وَمَن لَمْ يَحْكُم بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

> “Barang siapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itu adalah kafir.”

(QS. Al-Ma'idah: 44)


فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ......

> “…mereka itu adalah zhalim.”

(QS. Al-Ma'idah: 45)


فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ.....

> “…mereka itu adalah fasik.”

(QS. Al-Ma'idah: 47)




Tiga konsekuensi. Tinggal pilih mau masuk kategori yang mana. Ngeri, po ora?



---


SEKULARISME: SUMBER KERUSAKAN


Selama Islam direduksi menjadi “agama masjid saja”, efeknya parah:


• Korupsi merajalela


• Moral ambyar


• Oligarki dominan


• Hukum tumpul ke atas


• Ekonomi dikuasai kapitalis besar


• Kebijakan negara condong pada keuntungan kelompok elite



Kenapa bisa begini?


Karena negara berjalan memakai sistem kapitalis-sekuler, asasnya fashlud diin ‘anil hayah — memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya muncul paradigma:


> “Beragama ya di masjid. Di luar itu gak usah bawa-bawa Islam.”




Lah ya jelas rusak!


Bahkan sebenarnya negara ini tidak menggunakan Pancasila sebagai ideologi, karena Pancasila itu falsafah, bukan ideologi, sifatnya multi-tafsir. Bisa ditafsir kapitalis, bisa juga ditafsir komunis, tergantung kepentingan penguasa. Sayangnya, sering dijadikan tameng untuk membenturkan Islam seolah Islam pemecah belah.


Padahal sejarah berbicara lain:


Selama 13 abad, umat Islam hidup dalam satu kesatuan politik, satu kepemimpinan, tanpa nasionalisme, tanpa batas negara.

Islam terbukti mampu menyatukan manusia dari berbagai suku, bangsa, dan warna kulit — sesuatu yang tidak pernah berhasil dilakukan oleh kapitalisme.



---


MAKNA RAMADHAN YANG SEMESTINYA


Maka ketika kita menghitung 75 hari menuju Ramadhan…


Ini bukan sekadar hitungan menuju puasa dan buka bersama. Tapi momentum untuk:


menguatkan kembali pemahaman bahwa Islam itu kaffah,


memperbaiki cara pandang bahwa Islam itu sistem,


menyadarkan umat bahwa kebaikan hanya akan tegak bila syariat ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan.




---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Semoga semakin dekatnya Ramadhan menjadi pemantik kesadaran kita bahwa Islam tidak boleh dipreteli hanya menjadi agama ritual, tapi harus dihadirkan dalam seluruh lini kehidupan.


Semoga kaum muslimin kembali memahami jati dirinya sebagai umat terbaik yang hanya mulia jika berhukum dengan wahyu Allah, bukan dengan aturan ciptaan manusia.


Semoga Allah bukakan pintu hidayah bagi umat ini agar berani kembali kepada aturan-Nya secara sempurna.


Wallāhu a‘lam bishshawāb.

Posting Komentar untuk "75 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN"