65 Hari Lagi Menuju Ramadhan....

 






Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang masih memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, dan kesempatan hidup, sehingga kita masih diberi waktu untuk memperbaiki diri dan bersiap menyambut bulan mulia yang penuh keberkahan.


Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik sepanjang zaman. Melalui beliau ﷺ, cahaya Islam menerangi dunia. Islam bukan sekadar agama ritual, bukan hanya urusan shalat dan puasa semata, tetapi Islam adalah minhājul ḥayāh—aturan hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Maka jika kita mengaku sebagai umat beliau ﷺ, konsekuensinya adalah ittibā’, mengikuti sunnah-sunnahnya dan syariat Islam yang beliau bawa secara total, bukan setengah-setengah.


Alhamdulillāh, hari ini Senin, 15 Desember 2025 M, bertepatan dengan 25 Jumādil Ākhir 1447 H. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H insyaAllah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M. Artinya, tersisa 65 hari lagi menuju Ramadhan—waktu yang cukup, tapi sering terasa singkat jika kita lalai.


Ramadhan bukan tamu biasa. Ia adalah madrasah iman, bulan penggemblengan jiwa dan akal. Sayangnya, Islam hari ini sering direduksi hanya sebatas ritual individual. Shalat rajin, puasa jalan, dzikir ramai—namun urusan kehidupan masih tunduk pada aturan manusia. Sistem hidup diatur oleh kapitalisme-sekuler, sementara syariat Allah hanya diberi ruang di masjid. Padahal Islam datang untuk mengatur hidup secara kaffah.


Allah ﷻ berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً


"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)." (QS. Al-Baqarah: 208)


Ketika hukum Allah ditinggalkan, akibatnya nyata: ketidakadilan, kerusakan moral, dan kehidupan yang sempit. Allah ﷻ mengingatkan:


وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا


"Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit." (QS. Thaha: 124)


Inilah potret kehidupan hari ini. Demokrasi yang diagungkan ternyata melahirkan kepemimpinan yang plin-plan, kebijakan pro-oligarki, dan penderitaan rakyat. Wajar, karena demokrasi lahir dari ideologi kapitalisme yang berasas sekularisme—memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, kebebasan (liberalisme) dijadikan ruh: zina dilegalkan, LGBT dibela, agama dikekang jika bicara aturan hidup.


Allah ﷻ menegaskan:


وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللّٰهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ


"Barang siapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itulah orang-orang kafir." (QS. Al-Ma'idah: 44)


فَأُولٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (QS. Al-Ma'idah: 45)


فَأُولٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (QS. Al-Ma'idah: 47)


Islam tidak anti Pancasila. Bahkan sila pertama—Ketuhanan Yang Maha Esa—adalah tauhid. Namun Pancasila hanyalah falsafah, bukan ideologi, sehingga mudah ditafsirkan sesuai kepentingan. Faktanya, ia sering dijadikan alat untuk membenturkan Islam kaffah dengan stigma ekstrem dan radikal.


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Dengan sisa 65 hari menuju Ramadhan, mari kita persiapkan diri sebaik mungkin:


Luruskan niat dan perbaiki aqidah.


Tingkatkan kualitas shalat dan interaksi dengan Al-Qur’an.


Tambah ilmu Islam, bukan hanya ibadah ritual tapi juga pemahaman syariat secara menyeluruh.


Latih diri meninggalkan maksiat dan kebiasaan buruk sejak sekarang.


Jadikan Ramadhan sebagai momentum hijrah menuju Islam yang kaffah.



Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi titik balik perubahan diri dan umat.


وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ








Posting Komentar untuk "65 Hari Lagi Menuju Ramadhan...."