60 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN....!!

 





Segala puji hanya milik Allah جل جلاله ,Rabb semesta alam. Dialah yang masih memberi kita umur, memberi kita waktu, dan memberi kita kesempatan untuk kembali menata hidup. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ,sang pembawa cahaya Islam, yang dengannya lahir peradaban besar yang pernah memimpin dunia dengan ilmu, akhlak, dan keadilan. Hari ini adalah Sabtu, 20 Desember 2025 M, bertepatan dengan 30 Jumāda al-Ākhirah 1447 H, menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)—kalender yang kini ditabani Muhammadiyah, menggantikan sistem lokal yang selama ini sering melahirkan perbedaan. Kalender global ini diharapkan menjadi jalan menuju kesatuan umat Islam, tanpa sekat nasionalisme dan batas wilayah buatan manusia. Alhamdulillāh, tepat 60 hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Menurut KHGT, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M, dan besar kemungkinan sejalan dengan Makkah dan dunia Islam lainnya. Dua bulan lagi. Bukan waktu yang panjang. Tapi juga bukan waktu yang sia-sia—jika kita benar-benar mempersiapkan diri. Ironisnya, kalender Masehi warisan Romawi— yang jelas bukan lahir dari Islam—bisa digunakan serentak oleh seluruh dunia. Namun kalender Hijriah, yang lahir dari peristiwa hijrah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan menjadi tonggak peradaban Islam, justru sering diperdebatkan, dipinggirkan, bahkan dianggap remeh atau ora penting. Inilah akibat ketika umat Islam hidup di bawah sistem sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan. Perbedaan awal puasa dan hari raya bukan sekadar persoalan teknis. Ia mencerminkan masalah yang lebih dalam: umat Islam belum sepenuhnya menjadikan Islam sebagai standar hidup. Kita terbiasa ikut-ikutan, taklid, tanpa memahami akar masalahnya. Padahal Islam mengajarkan umatnya untuk berpikir, kritis, dan sadar ideologis. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan pembinaan umat, bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, pembeda antara yang haq dan batil. Maka persiapan Ramadhan tidak cukup dengan stok kurma dan sirup, tetapi harus dimulai dari persiapan iman, ilmu, dan kesadaran hidup secara kaffah. 

Enam puluh hari ke depan seharusnya menjadi momen muhasabah: 

Apakah shalat kita sudah benar? Apakah Al-Qur’an sudah menjadi teman hidup?

Apakah kita masih nyaman hidup dalam sistem yang menjauhkan Islam dari urusan publik?

Apakah Ramadhan hanya akan kita sambut sebagai rutinitas tahunan, atau sebagai momentum perubahan?

Ramadhan akan datang, entah kita siap atau tidak. Yang membedakan hanyalah: siapa yang menjadikannya jalan taqwa, dan siapa yang membiarkannya berlalu begitu saja. 


■ HIKMAH & HARAPAN ■ 

Enam puluh hari bukan sekadar hitungan waktu, tetapi kesempatan emas untuk kembali kepada Islam secara menyeluruh (kaffah). Semoga Ramadhan kali ini bukan hanya mengubah jadwal makan kita, tetapi mengubah cara berpikir, cara hidup, dan arah perjuangan kita sebagai umat Islam. 


Wallāhu a‘lam bish-ṣawāb. 


Subscribe YouTube: AL VLOGGER — untuk mengenal Islam Kaffah lebih dalam.






Posting Komentar untuk "60 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN....!!"