Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempersaudarakan hati kaum beriman dengan ikatan paling kuat dan paling mulia: Ukhuwah Islamiyah. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ yang menyatukan para sahabat bukan dengan suku, bukan bangsa, bukan warna kulit—melainkan aqidah.
---
Hanya Ukhuwah Islamiyah yang Mengikat Kuat
Semua bentuk ikatan selain iman itu lemah dan mudah rapuh—entah itu kesamaan hobi, suku, nasab, kelas kuliah, profesi, bahkan ormas. Itu semua sekadar wadah, bukan tujuan.
Yang benar-benar mengikat, mengokohkan, dan menyatukan adalah aqidah Islam.
Allah berfirman:
﴿ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ ﴾
"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara."
(QS. Al-Hujurat: 10)
Bukan sekadar ‘teman satu komunitas’, tetapi saudara—ikatan yang melampaui batas ruang, waktu, bangsa, bahkan darah.
---
Ikatan Nasionalisme: Buatan Manusia, Mudah Retak
Fakta sejarah pahit—ikatan nasionalisme adalah produk penjajah untuk memecah umat Islam setelah Khilafah runtuh tahun 1924 oleh si Mustafa Kemal.
Dulu, 1.5 milyar Muslim bersatu di bawah satu pemimpin. Namun setelah nasionalisme dipropagandakan, umat jadi terpisah-pisah menjadi ratusan negara.
Islam memperingatkan keras terhadap fanatisme buta seperti itu.
---
Bahaya Ashabiyah (Fanatisme Sempit)
Nabi ﷺ bersabda:
1. Tentang ajakan kepada ashobiyah:
« لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ »
"Bukan dari golongan kami orang yang menyeru kepada ashobiyah."
(HR. Abu Dawud)
2. Tentang mati dalam keadaan ashobiyah:
« مَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةِ عِمِّيَّةٍ… فَقِتْلَتُهُ جَاهِلِيَّةٌ »
"Barangsiapa berperang di bawah panji-panji fanatisme… maka kematiannya adalah kematian jahiliyah."
(HR. Muslim)
Ini peringatan keras:
Berjuang membela tanah air, suku, atau bangsa tanpa landasan iman, tanpa menjadikan Islam sebagai tujuan, bisa tergelincir pada ashobiyah jahiliyah.
---
Islam Menghapus Segala Ikatan Selain Aqidah
Islam datang menghancurkan ikatan kesukuan, kebangsaan, dan fanatisme.
Allah menegaskan:
﴿ وَلَا تَفَرَّقُوا ﴾
"Dan janganlah kalian bercerai-berai."
(QS. Ali 'Imran: 103)
Yang menyatukan bukan KKN, bukan kampus, bukan organisasi, bukan hobi—tetapi Islam itu sendiri.
---
Contoh dari Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat
Bilal (bekas budak hitam) = saudara Sa’d bin Abi Waqqash (bangsawan Arab)
Salman al-Farisi (dari Persia) = saudara Umar bin Khattab (Quraisy)
Suhayb Ar-Rumi (Romawi) = saudara para Anshar (Arab Madinah)
Mereka tak saling bertanya, “Kamu dari suku mana?”
Yang mereka tanya: “Apa pegangan aqidahmu?”
Begitu Islam mengajarkan cara bersaudara.
---
HIKMAH
1. Ikatan keimanan itu mempersatukan, menangkal perpecahan, dan menenangkan hati.
2. Nasionalisme, kesukuan, dan fanatisme hanya memperuncing perbedaan.
3. Umat tidak akan bangkit bila terpecah oleh batas-batas bangsa atau golongan.
4. Ormas hanyalah wadah, bukan tujuan dakwah. Tujuan tetap: menegakkan Islam secara kaffah.
---
HARAPAN
Semoga Allah menyatukan kembali umat ini dalam ikatan yang Allah ridhoi: Ukhuwah Islamiyah.
Semoga kita tidak terperangkap dalam fanatisme duniawi yang melemahkan.
Dan semoga umat kembali bersatu dalam satu aqidah, satu pemimpin, satu panji.
---
Wallahu a’lam bish-shawab


Posting Komentar untuk "IKATAN YANG PALING MENGIKAT: UKHUWAH ISLAMIYAH — BUKAN YANG LAIN"