📰 Bocah SMP Jadi Begal: Potret Buram Gagalnya Sistem Kapitalis-Sekuler

 



Ciamis lebih tepatnya di kec. Kawali kembali digemparkan dengan kasus begal yang pelakunya masih di bawah umur, bahkan masih duduk di bangku SMP. Sungguh memilukan, di usia yang seharusnya diisi dengan belajar, berbakti pada orang tua, dan menyiapkan masa depan, justru sudah terjerumus pada tindak kriminal.

Baca berita lengkapnya : Dua Pelajar Kelas 9 Nekat Jadi Begal, Ditangkap Usai Dikejar Warga


Fenomena ini bukan sekadar kasus individu, tetapi cermin nyata gagalnya sistem Kapitalis-Sekuler dalam mendidik dan membina generasi. Pendidikan hari ini lebih diarahkan pada pencetak pekerja dan angka kelulusan atau lebih pada tuntutan, bukan pada pembentukan akhlak dan ketakwaan. Padahal Rasulullah ﷺ telah menegaskan:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ"

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Anak-anak adalah amanah yang besar. Jika sistem pendidikan dan lingkungan membiarkan mereka terjerumus, maka itu adalah bukti kelalaian kolektif.


🔎 Mengapa Bocah Bisa Jadi Begal?


1. Faktor Ekonomi – Sistem kapitalis menimbulkan kesenjangan. Kemiskinan memaksa banyak anak mencari jalan pintas.



2. Pendidikan Sekuler – Sekolah lebih sibuk mengejar target kurikulum, bukan membentuk karakter Islami.



3. Lingkungan & Pergaulan – Tanpa kontrol iman, anak mudah terjerumus narkoba, tawuran, hingga kriminal.




Allah ﷻ berfirman:


وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ ١٢٤

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."

(QS. Ṭāhā: 124)


Inilah konsekuensi meninggalkan aturan Allah: hidup menjadi sempit, penuh masalah, kriminalitas marak.


🌿 Islam Menjamin Kehidupan


Dalam Islam, keamanan, kehormatan, dan nyawa manusia sangat dijaga melalui maqāshid syarī‘ah:


Hifzh al-Dīn (penjagaan agama)


Hifzh al-Nafs (penjagaan jiwa)


Hifzh al-‘Aql (penjagaan akal)


Hifzh al-Māl (penjagaan harta)


Hifzh al-Nasl (penjagaan keturunan)



Rasulullah ﷺ bersabda:


لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ، الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ

"Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa aku adalah Rasulullah, kecuali karena salah satu dari tiga hal: jiwa dibalas dengan jiwa, pezina muhshan, dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Artinya, Islam menjamin keamanan jiwa dan harta setiap orang. Jika aturan Allah ditegakkan, tak akan ada bocah SMP yang berani nekat jadi begal, jelas sangat bedo jauh dengan sistem Kapitalis-Sekuler yang diterapkan sekarang.



---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Kasus bocah SMP jadi begal di Ciamis ini harus jadi bahan renungan bersama. Selama sistem yang dipakai hanya tambal sulam, kriminalitas akan terus berulang. Pendidikan sekuler tidak mampu mencetak generasi bertakwa, justru melahirkan generasi rapuh dan nekat.


🔑 Islam hadir bukan hanya untuk mengatur ibadah ritual, tapi juga untuk menjamin keamanan, kehormatan, dan kesejahteraan manusia. Sudah saatnya kita kembali pada aturan Allah yang sempurna, bukan terus berharap pada sistem rusak buatan manusia.


Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Posting Komentar untuk "📰 Bocah SMP Jadi Begal: Potret Buram Gagalnya Sistem Kapitalis-Sekuler"