Belakangan ini publik digegerkan oleh pernyataan Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, yang menyebut:
> “Orang yang cuma mental bubarin DPR itu orang yang tolol sedunia.”
Sekilas, ucapannya terdengar pongah—arogan khas politisi yang sudah keenakan duduk di kursi empuk parlemen. Namun, mari kita bedah lebih dalam. Apakah benar “tolol” kalau hanya ingin membubarkan DPR?
DPR Hanyalah Cabang dari Pohon Busuk Demokrasi
Jika yang dimaksud “tolol” adalah orang yang berpikir cukup bubarkan DPR tanpa menyentuh akarnya, maka betul. Karena DPR hanyalah salah satu cabang dari pohon busuk bernama demokrasi.
Demokrasi adalah sistem rusak, yang darinya lahir:
DPR korup,
Penguasa serakah,
Rakyat ditindas pajak,
Riba dilegalkan,
Zina dilindungi atas nama HAM,
Penjajahan asing dibiarkan,
Moral bangsa hancur.
Pepatah mengatakan: “Jangan salahkan buah busuk kalau pohonnya memang busuk.” Maka, kalau hanya tebang cabangnya (DPR), pohonnya tetap tumbuh lagi. Solusi bukan di situ.
Demokrasi: Hukum Jahiliyah Modern
Demokrasi sering dijual dengan jargon manis: kedaulatan rakyat, kebebasan berpendapat, kesetaraan. Padahal faktanya, demokrasi hanyalah topeng untuk melanggengkan kekuasaan segelintir elit yang tunduk pada kepentingan kapitalis.
Allah ﷻ berfirman:
> أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
(QS. Al-Ma’idah: 50)
Maka jelas, demokrasi adalah hukum jahiliyah modern. Siapa pun yang berharap kebaikan darinya, sama saja berharap buah manis dari pohon yang busuk. Mustahil!
Siapa yang Cerdas?
Kalau begitu, siapa yang benar-benar cerdas?
Bukan mereka yang hanya berkata, “Bubarkan DPR.”
Bukan pula mereka yang berharap mengganti wajah anggota DPR dengan yang baru.
Orang cerdas adalah mereka yang berani berkata:
“Campakkan demokrasi sekuler-kapitalis! Ganti dengan syariat Islam yang berasal dari Dzat Maha Sempurna, Allah subḥānahu wa taʿālā.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
> تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”
(HR. Malik)
Maka kecerdasan tertinggi adalah ketika kita melempar demokrasi ke tong sampah sejarah, lalu kembali menegakkan syariat Islam secara kaffah.
Hikmah & Harapan
Pernyataan pongah elit politik seharusnya membuka mata kita: jangan tertipu dengan solusi semu seperti “bubarkan DPR” atau “ganti anggota parlemen.” Itu hanya tambal sulam di kain yang sudah koyak parah.
Solusi hakiki adalah membuang sistem busuk demokrasi, lalu menegakkan sistem Islam di bawah naungan Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Hanya dengan itu, hukum Allah bisa tegak, keadilan hakiki terwujud, dan ridho Allah tercapai.
Mari terus berdoa & berdakwah agar Allah segera menolong umat ini untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali pada syariat-Nya yang sempurna.
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Takbir! ALLAHU AKBAR!

Posting Komentar untuk "Solusi Negeri: Campakkan Demokrasi, Tegakkan Syariat‼️☝️🏳️🏴"