BUKAN KARENA PERBEDAAN FIQIH, TAPI POLITIK-LAH AKAR MASALAH UMAT ISLAM SAAT INI❗

 


Pasca tahun 1924, umat Islam tak lagi memiliki pelindung yang menyatukan seluruh negeri-negeri Muslim. Tepatnya saat Khilafah Utsmaniyah diruntuhkan oleh tangan-tangan penjajahan dan pengkhianatan, umat Islam pun tercerai-berai, tak lagi berada di bawah satu kepemimpinan sebagaimana dahulu.


Kini, setelah lebih dari satu abad berlalu, kita melihat negeri-negeri Muslim terpecah dalam sekat-sekat nation state — Indonesia, Malaysia, Brunei, Turki, Arab Saudi, Mesir, Yordania, UEA, Qatar, hingga Maroko. Padahal dulu, seluruh negeri itu adalah satu tubuh, satu umat, satu kepemimpinan: ummatan wahidah.


Sayangnya, banyak yang menyangka bahwa penyebab perpecahan umat ini adalah karena perbedaan fiqih, padahal tidak! Umat Islam sejak dahulu sudah memiliki banyak mazhab dan ragam ijtihad, tapi mereka tetap bersatu di bawah satu institusi politik: Khilafah Islamiyah. Perbedaan fiqih bukanlah sebab utama perpecahan, melainkan hilangnya institusi politik Islam-lah akar utamanya!


Dulu kita bisa lihat, ada ulama dari Mazhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali bahkan Ahlul Hadits, dan mereka bisa tetap duduk dalam satu majelis, satu pemerintahan, tanpa saling menyerang. Tapi hari ini? Bahkan hanya karena perbedaan qunut Subuh pun bisa saling membid’ahkan & menyalahkan. Padahal bukan itu masalah utamanya!


🌍 Nasionalisme: Virus dari Barat


Paham nasionalisme sendiri bukan berasal dari ajaran Islam. Nasionalisme lahir dari Eropa pasca Revolusi Prancis. Ia adalah ideologi yang memisahkan umat manusia berdasarkan batas negara, bahasa, ras, dan budaya — dan bukan berdasarkan akidah. Nasionalisme membatasi loyalitas dan kepedulian hanya pada “negara bangsa”-nya saja, seolah kita tak perlu peduli dengan penderitaan umat Islam di tempat lain.


Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:


> "مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى"

“Perumpamaan kaum Mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh: apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya dengan tidak bisa tidur dan demam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)




Tapi kenyataannya hari ini, umat Islam di Gaza dibantai – dunia Islam diam. Uighur ditindas – kita diam. Rohingya dibantai – kita sibuk debat pilpres. Suriah luluh lantak – kita malah ribut urusan budaya. Inilah buah dari nasionalisme yang menumpulkan rasa persaudaraan Islam lintas batas.



---


🔎 Faktanya?


Negara-negara Muslim hari ini tidak berfungsi sebagai pelindung umat, tapi hanya sebagai pelayan kapitalisme global. Bahkan, perjanjian-perjanjian yang mereka tandatangani justru makin mengokohkan sistem sekuler dan mematikan perjuangan Islam kaffah.


Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk bersatu dan tidak bercerai-berai:


> وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…”

(QS. Ali 'Imran: 103)




Juga perintah untuk masuk Islam secara total:


> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh..."

(QS. Al-Baqarah: 208)





---


✊ Hikmah & Harapan


Sudah saatnya kita sadar bahwa akar masalah umat ini bukan karena beda qunut atau mazhab, tapi karena hilangnya pelindung umat — Daulah Islamiyah. Kita harus berhenti menuduh sesama Muslim dan mulai fokus pada agenda besar: menyatukan kembali umat dalam naungan syariat Allah. Kita harus bangkit dari sekat-sekat palsu yang diwariskan penjajah, dan kembali pada tali ukhuwah Islamiyah sejati.


Bangkitlah! Sebarkan kesadaran ini. Jadilah pelita di tengah gelapnya sistem sekuler ini. Karena jika bukan kita yang memulai, siapa lagi? Umat ini butuh perisai!


> إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

(QS. Muhammad: 7)




Wallahu a’lam bishshowab.

Takbir! Allahu Akbar!

Posting Komentar untuk "BUKAN KARENA PERBEDAAN FIQIH, TAPI POLITIK-LAH AKAR MASALAH UMAT ISLAM SAAT INI❗"