✨By KH. Abdul Rosyad (Pak Osad)✨
Islam mengajarkan bahwa umat ini adalah "Ummatan Wahidatan," satu kesatuan umat yang bersandar pada tauhid dan petunjuk Allah. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
"إِنَّ هَذِهِۦۤ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ"
"Sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian, maka sembahlah Aku." (QS. Al-Anbiya: 92)
Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam harus tetap dalam kesatuan dan tidak terpecah belah oleh paham-paham yang menyimpang dari ajaran Rasulullah ﷺ. Keberagaman dalam Islam tetap harus berpijak pada Al-Qur'an dan Sunnah, bukan pada ideologi atau sistem buatan manusia yang menjauhkan umat dari nilai-nilai Islam.
Sebaliknya, kaum kafir tidak memiliki pertolongan sedikit pun di hadapan Allah kelak di akhirat. Dalam firman-Nya disebutkan:
"وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ"
"Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (kafir) seorang penolong pun." (QS. Al-Hajj: 71)
Mereka yang menolak Islam dan memilih hidup di luar aturan Allah akan mendapati diri mereka dalam keadaan tanpa perlindungan. Sebab, di dunia mereka menolak hidayah dan lebih memilih mengikuti hawa nafsu serta sistem yang tidak berlandaskan syariat Islam.
Dalam tafsir Jalalain, kata نَصِيرٍ (penolong) menunjukkan bahwa di hari kiamat, tidak ada satu pun pihak yang bisa membantu orang kafir dari azab Allah. Ini memperjelas bahwa hanya Islam yang membawa keselamatan, sedangkan menolak Islam berarti menjerumuskan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Hal ini menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin agar tetap teguh memegang Islam secara kaffah, tidak terpecah belah oleh ideologi sekuler atau liberal yang berusaha menjauhkan mereka dari ajaran murni Rasulullah ﷺ. Sebab, Allah telah memperingatkan:
"وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ"
"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Ali Imran: 85)
Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, kita harus berusaha agar Islam tetap tegak dalam kehidupan. Jangan sampai kita hanya menjadi Muslim secara KTP, tetapi dalam praktik kehidupan justru mengikuti aturan-aturan yang bertentangan dengan Islam. Kita harus membela syariat, memperjuangkannya, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup agar tidak termasuk golongan yang merugi.
Semoga kita semua termasuk dalam Ummatan Wahidatan, umat yang bersatu di bawah bendera Islam, berpegang teguh pada syariat-Nya, dan tidak terpedaya oleh tipu daya dunia. Wallahu a'lam bish-shawab.
-picsay.jpeg)
Posting Komentar untuk "Ummatan Wahidatan: Islam sebagai Satu Kesatuan"