✨By KH. Abdul Rosyad (Pak Osad)✨
Makna Az-Zukhruf dan Pentingnya Al-Qur’an sebagai Jalan Petunjuk
Surah ini dinamai Az-Zukhruf yang berarti “perhiasan”, bukan tanpa alasan. Dunia memang dipenuhi dengan perhiasan yang memikat pandangan, namun Allah mengingatkan bahwa perhiasan yang hakiki adalah petunjuk dari-Nya. Maka di awal surah, Allah bersumpah dengan Al-Qur’an:
"حم. وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ"
“Haa Miim. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas” (QS. Az-Zukhruf: 1-2)
Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa "al-kitab al-mubiin" (kitab yang jelas) adalah Al-Qur’an yang gamblang dalam kandungan dan petunjuknya. Wawu dalam wal-kitabi adalah huruf sumpah, menunjukkan kemuliaan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk yang paling dibutuhkan (yuhtāju ilayhi).
Allah berfirman:
"إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ"
“Sesungguhnya Kami menjadikannya Al-Qur’an dalam bahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Az-Zukhruf: 3)
Makna dari "جعلناه" di sini adalah awjadnaahu (Kami mengadakannya) – menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk dipahami (ta‘qilūn). Maka wajar, setiap ayatnya mengajak kita untuk berpikir, bukan sekadar membacanya tanpa makna.
Kedudukan Al-Qur’an dan Nasib Umat yang Menolaknya
Dalam tafsir, disebutkan bahwa Al-Qur’an sudah musbatun (ditetapkan) di lauhul mahfudz dan menghapus serta mengoreksi kitab-kitab sebelumnya, karena ia bersifat ḥakīmun (penuh hikmah):
"وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ ٱلْكِتَـٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ"
“Dan sesungguhnya (Al-Qur'an) itu di Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, benar-benar tinggi (nilainya) dan penuh hikmah.” (QS. Az-Zukhruf: 4)
Tapi sayangnya, kebanyakan manusia menolak petunjuk itu. Allah menegaskan bahwa jika seseorang enggan mengikuti wahyu, maka mereka akan dihancurkan seperti kaum-kaum terdahulu:
"وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِن نَّبِيٍّ فِى ٱلْأَوَّلِينَ. وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِىٍّ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ"
“Berapa banyak nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat terdahulu. Setiap kali datang seorang nabi kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Az-Zukhruf: 6-7)
Allah memberi hiburan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
"كَذَٰلِكَ نَسْلُكُهُۥ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ"
“Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang berdosa.” (QS. Az-Zukhruf: 5)
Penolakan terhadap wahyu adalah jalan kehancuran. Awwalin (umat terdahulu) hancur sehancur-hancurnya karena enggan menaati petunjuk Allah. Hal ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang memandang remeh ajaran Islam.
Pengakuan Tauhid Namun Enggan Menyembah
Ironisnya, ketika ditanya siapa yang menciptakan langit dan bumi, kaum musyrik pun mengakui kekuasaan Allah:
"وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ"
“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ Niscaya mereka akan menjawab, ‘Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.’” (QS. Az-Zukhruf: 9)
Namun pengakuan itu tidak menyelamatkan mereka, karena mereka tetap syirik dalam ibadah. Di sinilah pentingnya membedakan antara pengakuan tauhid rububiyyah (mengakui Allah sebagai pencipta) dan tauhid uluhiyyah (menyembah hanya kepada-Nya).
Rahmat Allah: Umum dan Khusus
Allah menyebut dua sifat-Nya: Ar-Rahmān dan Ar-Rahīm.
Ar-Rahmān bermakna nikmat Allah yang luas, diberikan kepada seluruh manusia, baik kafir maupun mukmin. Sedangkan Ar-Rahīm adalah rahmat khusus yang hanya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan beriman.
Kesimpulan dan Motivasi
Surah Az-Zukhruf mengajarkan bahwa Al-Qur’an adalah perhiasan sejati dalam hidup. Dunia yang penuh hiasan akan menipu jika tidak diimbangi dengan petunjuk Ilahi. Jangan sampai seperti umat terdahulu yang hancur karena menolak wahyu.
> “La'allakum ta‘qilūn” – agar kalian berpikir. Maka mari kita bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi memahaminya, mentadabburinya, dan mengamalkannya.
---
Harapan dan Doa
Semoga kita termasuk golongan yang memuliakan Al-Qur’an, menjadikannya petunjuk utama dalam hidup, bukan sekadar bacaan rutin tanpa makna. Jadikan Al-Qur’an sebagai cermin hidup kita agar tidak terseret oleh perhiasan dunia yang menipu.
اللهم اجعلنا من أهل القرآن الذين هم أهلك وخاصتك
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ahli Al-Qur’an, yang merupakan keluarga-Mu dan orang-orang pilihan-Mu.”
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Refferensi :
📒: Tafsir Jalalain, karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli & Imam Jalaluddin As-Suyuthi.
-picsay.jpeg)
Posting Komentar untuk "Petunjuk yang Menjadi Perhiasan: Menyelami Tafsir Surah Az-Zukhruf"