Gambar memilukan ini bukan ilustrasi fiktif. Tubuh manusia, anak-anak tak berdosa, dan para wanita tak bersenjata, terlempar ke langit seperti debu akibat rudal keji yang menghancurkan rumah mereka. Hari raya Idul Fitri yang semestinya menjadi hari kemenangan dan kebahagiaan, justru berubah menjadi tragedi kemanusiaan berdarah yang menunjukkan betapa brutalnya kejahatan rezim zionis Israel.
Ini bukan hanya pembantaian terhadap rakyat Palestina. Ini adalah penodaan terhadap kehormatan umat Islam seluruh dunia. Ini bukan hanya isu HAM, tapi juga isu keimanan. Karena kita adalah satu tubuh, satu umat.
Umat Islam Itu Satu Tubuh
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
> "مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ، بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى"
"Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan panas dan tidak bisa tidur."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Lantas, jika tubuh umat ini sedang berdarah di Gaza, mengapa banyak dari kita yang tak merasa sakit? Mengapa banyak yang tenang-tenang saja?
Persatuan Umat Islam yang Rapuh
Kondisi hari ini menunjukkan lemahnya respon umat Islam. Ratusan ribu tentara Muslim hanya menjadi penonton. Pemimpin-pemimpin Muslim bungkam, sibuk dengan kepentingan pribadi dan nasionalisme sempit.
Padahal Allah telah memerintahkan kita untuk menolong saudara seiman:
> "وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ"
"Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan."
(QS. Al-Anfal: 72)
Dan dalam ayat lain, Allah melaknat orang-orang yang tidak peduli pada kezaliman:
> "وَمَا لَكُمْ لَا تُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ..."
"Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah..."
(QS. An-Nisa: 75)
Moderasi yang Menyesatkan
Zionis tidak hanya menyerang fisik, tapi juga pemikiran umat. Mereka menyusupkan paham moderasi beragama agar umat ini kehilangan semangat jihad, takut pada syariat, dan menganggap perjuangan Khilafah sebagai ancaman.
Padahal Rasulullah ﷺ telah bersabda:
> "إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ"
"Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu laksana perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Di Mana Peran Kita?
Jangan sampai kita hanya menjadi Muslim pasif yang puas dengan shalat dan doa, tapi tidak mau bersuara, tidak mau berkontribusi.
> "مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ"
"Barangsiapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka dia bukan termasuk dari mereka."
(HR. Thabrani)
Penutup dan Harapan
Hari ini kita saksikan darah-darah saudara kita membanjiri tanah suci Palestina. Kita tak boleh diam. Kita harus bersuara. Kita harus peduli. Kita harus berdoa. Dan kita harus mendukung perjuangan Islam dengan dakwah, bantuan, bahkan kesiapan politik dan militer ketika saatnya tiba.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menolong saudara-saudara kita di Gaza.
Semoga darah para syuhada menjadi saksi di langit Ilahi.
Semoga Allah kumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya kelak.
Takbir! ALLAHU AKBAR!

Posting Komentar untuk "Gaza Berdarah, Umat Islam Diam: Di Mana Rasa Saudaramu⁉️"