Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan terbaik sepanjang zaman, yang telah menyampaikan kebenaran dengan penuh kesabaran, meskipun sering ditolak, bahkan dihina…
Realita yang Terjadi Hari Ini
Saudaraku…
Tidak bisa dipungkiri…
Di zaman sekarang, menyampaikan kebenaran itu tidak selalu disambut dengan baik…
Bahkan terkadang justru dianggap:
terlalu keras
terlalu berlebihan
bahkan tidak relevan
Padahal… yang disampaikan adalah dalil, adalah nasihat, adalah pengingat…
Namun respon yang muncul seringkali bukan memahami, tapi menolak sebelum mencerna.
Fenomena Lama yang Terus Berulang
Padahal kalau kita lihat sejarah…
Ini bukan hal baru.
Allah ﷻ berfirman:
QS. Al-Baqarah: 87
"Apakah setiap kali datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu, kamu menyombongkan diri; lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?"
Artinya apa?
Sejak dulu…
Kebenaran itu seringkali ditolak…
Bukan karena tidak jelas…
Tapi karena tidak sesuai dengan keinginan.
Kebenaran vs Kenyamanan
Saudaraku…
Masalah utama hari ini bukan kurangnya kebenaran…
Tapi kurangnya kesiapan untuk menerimanya.
Kebenaran itu seringkali tidak nyaman.
Karena:
menegur kesalahan
membuka realita
menuntut perubahan
Dan tidak semua orang siap untuk itu.
Dakwah Akan Selalu Diuji
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing." (HR. Muslim)
Hari ini…
Ketika seseorang berusaha menyampaikan Islam secara utuh…
Kadang justru dianggap aneh…
Padahal… bisa jadi itu tanda bahwa ia sedang berusaha istiqamah.
Jangan Terburu Menilai
Saudaraku…
Tidak semua yang kita dengar langsung benar…
Tapi juga tidak semua yang terasa tidak nyaman itu salah.
Allah ﷻ berfirman:
QS. Az-Zumar: 18
"(Yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya."
Artinya…
Sikap seorang Muslim bukan langsung menolak…
Tapi: 👉 mendengar
👉 menimbang
👉 lalu mengambil yang paling benar
Adab dalam Menyampaikan Kebenaran
Di sisi lain…
Bagi yang menyampaikan kebenaran juga harus ingat…
Bahwa dakwah bukan hanya soal isi…
Tapi juga cara.
Allah ﷻ berfirman:
QS. An-Nahl: 125
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…"
Artinya…
Kebenaran tetap harus disampaikan…
Tapi dengan:
hikmah
kelembutan
kebijaksanaan
Agar lebih mudah diterima.
Tidak Semua Ulama atau Penuntut Ilmu Sama
Perlu dipahami juga…
Tidak semua yang berbicara tentang agama itu sama.
Ada yang:
benar-benar ikhlas menyampaikan
ada juga yang masih perlu belajar
Dan tidak semua kritik berarti kebencian…
Bisa jadi itu bentuk kepedulian.
Bijak Menyikapi Perbedaan
Dalam hal-hal tertentu…
Perbedaan itu wajar.
Selama masih dalam ranah ijtihad (furu’iyah), seperti:
qunut atau tidak
tata cara tertentu dalam ibadah
Maka tidak perlu dijadikan bahan perpecahan.
Yang lebih penting adalah: 👉 menjaga persatuan
👉 fokus pada hal yang lebih besar
Penutup
Saudaraku…
Zaman ini memang penuh ujian…
Bukan hanya ujian dalam berbuat…
Tapi juga ujian dalam:
menerima kebenaran
menyampaikan kebenaran
Maka…
Jangan mudah menolak…
Dan jangan juga berhenti menyampaikan…
Selama itu berdasarkan ilmu dan dalil.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
✨ Jadilah orang yang terbuka terhadap kebenaran, meskipun terasa berat
✨ Sampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan penuh hikmah
✨ Jangan mudah tersinggung, tapi juga jangan mudah menuduh
✨ Perkuat ilmu agar tidak mudah terombang-ambing
✨ Jaga persatuan umat, fokus pada hal yang prinsip
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang: ✔ mencintai kebenaran
✔ mampu menerimanya
✔ dan istiqamah dalam menyampaikannya
Wallahu a’lam bishowab. []


Posting Komentar untuk "KETIKA MENYAMPAIKAN KEBENARAN DIANGGAP BERLEBIHAN"