ADA APA DENGAN DUNIA PENDIDIKAN DI NEGERI KITA?‼️

 

Dunia pendidikan di negeri kita kembali heboh & viral!

Belum lama ini publik digegerkan dengan peristiwa yang sangat memprihatinkan. Terjadi kasus di Langsa, prov. Aceh yang baru terjadi beberapa hari lalu dan viral di sosial media — seorang siswi terlibat cekcok hingga berujung menjambak guru di dalam kelas (videonya mulai tersebar luas pada Jum'at siang 24 April 2026). Di sisi lain sempat viral juga, di Purwakarta, sekelompok siswa dengan entengnya mengacungkan jari tengah kepada gurunya, bahkan sambil tertawa dan merekam kejadian tersebut. Miris! Ini bukan sekadar kejadian biasa, ini adalah alarm keras bahwa ada sesuatu yang salah dengan dunia pendidikan kita hari ini.

Fenomena ini bukan berdiri sendiri. Ini hanyalah puncak gunung es. Di baliknya, masih banyak kasus lain yang mungkin tidak terekspos media. Inilah buah dari sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Jika pondasi awal sudah salah, maka jangan heran jika hasil akhirnya amburadul dan semrawut. Pendidikan yang seharusnya mencetak manusia beradab, justru melahirkan generasi yang kehilangan etika, kehilangan rasa hormat, bahkan kehilangan rasa takut kepada gurunya sendiri.


BUDAYA VIRAL MENGALAHKAN ADAB

Hari ini, yang dikejar bukan lagi ilmu, tapi popularitas. Sedikit-sedikit direkam, sedikit-sedikit diviralkan. Yang harusnya dilerai malah dijadikan konten. Yang harusnya ditangisi malah dijadikan hiburan. Inilah realita pahit dunia pendidikan kita. Budaya “viral” telah menggantikan budaya “beradab”. Bahkan para pejabat pun tak luput dari budaya ini—apa-apa dikontenkan, apa-apa diviralkan. Secara tidak langsung, ini menjadi contoh buruk bagi generasi muda.


PENDIDIKAN SAAT INI KEHILANGAN RUH

Belum lagi jika kita menengok lebih dalam. Dunia pendidikan hari ini sudah kehilangan ruhnya. Kurikulum sering gonta-ganti, arah pendidikan tidak jelas. Sejarah pun tak luput dari kepentingan—diputarbalikkan sesuai narasi penguasa. Pendidikan akhirnya menjadi alat politik, alat kepentingan, bahkan tidak berlebihan jika disebut sebagai sistem “perbudakan modern”. Mencetak generasi hanya untuk menjadi pekerja, bukan pemimpin atau pemikir. Hanya untuk mencari uang, bukan untuk mengabdi kepada Allah.

Padahal Allah telah menegaskan tujuan penciptaan manusia:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Seharusnya seluruh aktivitas manusia, termasuk pendidikan, diarahkan untuk ibadah. Namun bagaimana mungkin itu terwujud jika sistem yang digunakan justru menjauh dari syariat? Bagaimana mungkin meraih ridha Allah jika aturan yang diterapkan bukan dari-Nya?


AKAR MASALAH: KAPITALISME SEKULER

Dalam sistem saat ini, asas yang digunakan adalah manfaat. Selama menguntungkan, maka dianggap benar. Padahal dalam Islam, asasnya adalah halal dan haram, ridha Allah, bukan sekadar untung-rugi dunia. Inilah perbedaan mendasar yang menyebabkan hasilnya pun berbeda.

Lihat saja hasilnya hari ini. Adab runtuh. Moral hancur. Siswa berani melawan guru. Generasi kehilangan arah. Program-program yang digadang-gadang sebagai solusi seperti MBG (Makan Bergizi Geratis) pun seringkali tidak menyentuh akar masalah. Di sisi lain, guru honorer yang telah lama mengabdi justru terabaikan. Ini ironi yang menyakitkan.


SOLUSI: KEMBALI PADA SYARIAT ISLAM

Bandingkan dengan sistem Islam ketika diterapkan secara kaffah. Terbukti saat dulu Daulah Islam masih tegak (runtuh 1924 M / 1342 H lalu). Guru benar-benar dimuliakan. Bahkan guru yang mengajarkan dasar-dasar ilmu agama pun sangat diperhatikan oleh negara. Kesejahteraannya terjamin. Pendidikan diberikan secara gratis. Negara hadir sebagai pengurus, bukan sekadar regulator. Semua ini dimungkinkan karena sumber daya alam dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan diserahkan kepada asing atau korporasi.

Inilah perbedaan antara sistem yang berlandaskan wahyu dengan sistem yang berlandaskan kepentingan manusia.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Gusti Alloh ngedawuh:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: “Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. Al-A’raf: 96)

Semua ini menunjukkan bahwa krisis yang terjadi dalam dunia pendidikan bukan sekadar krisis moral individu, tetapi krisis sistemik. Selama sistem sekuler-kapitalis masih menjadi landasan, maka problem demi problem akan terus bermunculan tanpa solusi tuntas.

Sudah saatnya kita kembali kepada sistem yang benar—sistem yang bersumber dari wahyu Allah SWT, yang mengatur seluruh aspek kehidupan secara sempurna dan menyeluruh. Pendidikan harus dikembalikan pada fungsi utamanya: mencetak manusia beriman, berilmu, dan beradab.

Semoga buletin ini menjadi bahan renungan bagi kita semua. Bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk menyadarkan. Bahwa perubahan hakiki tidak cukup dengan tambal sulam, tetapi harus dimulai dari perubahan sistem secara menyeluruh.

Wallahu a’lam bishshawab. []

🤝 Mari dukung dakwah ini dengan memberikan donasi seikhlasnya melalui nomor DANA: 087831718241 (Aldy Firmansyah)

SCREENSHOT & SCAN BARCODE INI 






Posting Komentar untuk "ADA APA DENGAN DUNIA PENDIDIKAN DI NEGERI KITA?‼️"