بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang senantiasa melimpahkan kepada kita nikmat yang tak terhingga—nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat sehat wal ‘afiat—sehingga hingga hari ini kita masih diberi kekuatan untuk tetap istiqomah, tetap teguh berada dalam barisan jamaah dakwah ini, yang terus mengupayakan tegaknya syariat Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga kepada kita semua selaku umatnya yang mudah-mudahan tetap istiqomah dalam menjaga ketaatan, serta terus berjuang dalam dakwah menegakkan syariat Islam di muka bumi ini.
Alhamdulillah, pada hari Ahad, 29 Maret 2026 M yang bertepatan dengan 11 Syawal 1447 H, telah diselenggarakan Liqo Syawal di Aula Jenderal Soedirman, Darussalam Ciamis. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini dihadiri oleh peserta dari berbagai wilayah di Ciamis, dalam suasana penuh ukhuwah dan semangat kebersamaan. Kegiatan berjalan dengan tertib dan terstruktur, bahkan setelah acara selesai, panitia tetap menunjukkan tanggung jawab dengan membersihkan kembali tempat yang digunakan.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri KH. Ahmad Zein dari Cikampek—pengasuh Ponpes Al-Husna—menyampaikan tausiyah dengan tema:
“Sabar dalam Ujian, Kuat dalam Perjuangan, Hangat dalam Keluarga”
Beliau membuka dengan mengingatkan bahwa kehidupan ini tidak akan pernah lepas dari ujian. Setiap manusia pasti akan diuji, terlebih seorang mukmin. Ujian adalah keniscayaan hidup. Para ulama telah menjelaskan bahwa sabar memiliki tiga dimensi: sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan, dan sabar dalam menghadapi ujian. Dan dari ketiganya, sabar menghadapi ujian sering kali menjadi yang paling berat dirasakan.
Namun bagi seorang mukmin, ujian bukanlah tanda kehinaan, melainkan bukti kasih sayang Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, hingga tertusuk duri, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)
Bahkan bagi para nabi dan rasul, ujian yang berat bukan untuk menghapus dosa, melainkan untuk mengangkat derajat mereka di sisi Allah. Maka seorang mukmin tidak boleh berputus asa, tidak boleh mengeluh berlebihan, dan tidak boleh merasa hina ketika diuji. Justru di situlah letak kemuliaannya.
Dalam perjuangan dakwah, ujian juga pasti hadir. Rasa lelah, kantuk, tekanan hidup, bahkan cibiran manusia adalah bagian dari jalan ini. Namun Allah telah memerintahkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkan kesabaranmu, tetaplah bersiaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
(QS. Ali Imran: 200)
Ayat ini turun ketika para sahabat harus berjaga malam demi menjaga umat Islam. Dalam kondisi lelah dan mengantuk, mereka tetap berdiri menjaga. Inilah gambaran nyata perjuangan—bahwa menjaga agama ini membutuhkan pengorbanan.
Dakwah bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan identitas umat terbaik. Allah berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
(QS. Ali Imran: 110)
Amar ma’ruf nahi munkar adalah tugas besar yang harus diemban oleh umat ini. Kemungkaran bukan hanya perbuatan individu, tetapi juga sistem yang rusak. Maka dakwah harus menyentuh akar persoalan, yaitu kembalinya kehidupan kepada syariat Islam secara kaffah.
Dalam hal ini, perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan jamaah, dibutuhkan kebersamaan, dibutuhkan barisan yang kokoh. Karena pahala dakwah itu luar biasa, bahkan Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Allah, para malaikat, dan seluruh makhluk mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah. Maka sudah sepantasnya digunakan untuk membela agama-Nya. Allah berfirman:
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah.”
(QS. At-Taubah: 41)
Jangan sayang terhadap harta, jangan malu walau sedikit. Yang Allah nilai adalah keikhlasan.
Di sisi lain, kehidupan keluarga juga menjadi perhatian penting. Islam mengajarkan bahwa rumah tangga harus dibangun bukan hanya dengan cinta, tetapi juga dengan nilai-nilai syariat. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
Suami dituntut untuk bersikap lembut, perhatian, dan penuh kasih kepada istri. Tidak harus menunggu momen besar untuk menunjukkan cinta, tetapi justru dalam hal-hal kecil sehari-hari. Begitu pula istri, harus mampu menjadi penenang hati suami, memberikan dukungan, menjaga kehormatan, serta menciptakan suasana rumah yang hangat dan menenangkan.
Allah ﷻ berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan pasangan agar kamu merasa tenteram kepadanya.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Maka rumah tangga dalam Islam bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi tempat bertumbuhnya iman, cinta, dan perjuangan.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Semoga kita mampu menjadi hamba yang sabar dalam setiap ujian, tidak goyah dalam menghadapi cobaan, dan tetap teguh dalam jalan dakwah. Semoga kita termasuk orang-orang yang terus menguatkan barisan perjuangan, tidak lelah dalam menyampaikan kebenaran, serta menjadikan keluarga sebagai basis kekuatan dakwah yang hangat dan penuh keberkahan.
Semoga Allah ﷻ menerima setiap langkah kecil kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan kita bagian dari kebangkitan Islam yang hakiki.
Wallahu a’lam bishowab.
Takbir! Allahu Akbar!


Posting Komentar untuk "SABAR DALAM UJIAN, KUAT DALAM PERJUANGAN, HANGAT DALAM KELUARGA"