Bencana demi bencana datang silih berganti.
Mulai dari banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar—yang bukan hanya membawa air, tapi juga tumpukan kayu hasil pembalakan liar dan sisa tambang ilegal.
Lalu longsor di Ciamis, banjir di Pangandaran & Cilacap, serta fenomena tanah bergerak di Bantul Yogyakarta.
Semua ini bukan sekadar “musibah alam biasa”.
Ada pesan besar di baliknya. Ada teguran Ilahi yang tak boleh kita abaikan. Sebab bumi tak mungkin rusak tanpa ulah manusia sendiri.
Allah sudah memperingatkan:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia...”
(QS. Ar-Rūm: 41)
Kerusakan itu bukan muncul tiba-tiba.
Bukan pula semata curah hujan tinggi—seperti kata Bobby Nasution gubernur Sumut—sebab hujan itu turunnya air, bukan kayu.
Yang menurunkan “kayu-kayu raksasa“ ke sungai itu adalah penebangan liar dan tambang ilegal yang dibiarkan oleh sistem yang hanya berpihak pada oligarki.
Bencana adalah Teguran, Bukan Sekadar Fenomena Alam
Setiap kali manusia menjauh dari aturan Allah, kerusakan pasti mengikuti.
Bukan karena alam murka, tapi karena manusia meninggalkan aturan yang Allah tetapkan untuk menjaga bumi.
Allah telah menegaskan:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi; tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami menyiksa mereka karena perbuatan mereka sendiri."
(QS. Al-A‘raf: 96)
Ayat ini gamblang.
Tapi sayangnya—banyak manusia mendustakan janji Allah ini.
Mereka yakin keberkahan datang dari kebijakan manusia…
dari sistem demokrasi…
dari ekonomi kapitalis…
dari regulasi buatan DPR…
padahal hanya Allah yang berhak membuat aturan.
Ketika syariat dianggap “tidak relevan”…
Ketika hukum Allah ditolak “karena ini Indonesia, bukan Arab”…
Ketika tambang dikuasai oligarki kapitalis…
Ketika hutan dijarah…
Ketika hukum dibuat untuk kepentingan golongan…
Maka jangan kaget jika bumi membalas.
Sistem Kapitalisme Sekuler: Akar Penyebab Kerusakan
Inilah akar kerusakan zaman ini.
Sistem sekuler kapitalis menjadikan:
alam sebagai komoditas,
manusia sebagai alat produksi,
kekuasaan sebagai proyek investasi,
hukum mengikuti kepentingan oligarki.
Dampaknya?
Banjir bukan hanya “air mengalir kebanyakan”,
tapi air + kayu + lumpur + bekas tambang.
Itu tanda bahwa kerusakan sudah mengakar.
Demokrasi?
Katanya “dari rakyat, untuk rakyat”.
Faktanya “dari rakyat, untuk oligarki”.
Kapitalisme?
Katanya “kebebasan ekonomi”.
Faktanya kebebasan merusak.
Sekularisme?
Katanya “netral dari agama”.
Faktanya menyingkirkan wahyu dari kehidupan.
Padahal Allah mengingatkan:
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ
"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah."
(QS. Yusuf: 40)
Dan Rasul ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa melakukan satu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan itu tertolak."
(HR. Muslim no. 1718)
Jika Kita Menolak Syariat, Maka Kita Menolak Keberkahan
Keberkahan bukan datang dari:
kebijakan pemerintah
regulasi buatan manusia
RUU atau KUHP
hasil voting mayoritas
Keberkahan hanya hadir jika iman + takwa + taat syariat berjalan bersama.
Dan sebaliknya, jika syariat ditinggalkan, bencana tak lagi menjadi rahasia.
Allah mengingatkan:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
"Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah akibat dari perbuatan tangan kalian sendiri..."
(QS. Asy-Syūrā: 30)
Jadi wajar, ketika negeri ini menghalalkan riba,
mengizinkan tambang merusak,
membiarkan hutan gundul,
dan menyingkirkan syariat—
Bumi pun bersaksi.
Bumi pun “berbicara”.
Bumi pun menumpahkan apa yang selama ini disimpannya.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
HIKMAH & HARAPAN
Patut jadi renungan bagi kita semua:
Bencana bukan sekadar fenomena meteorologi.
Ia adalah peringatan, teguran, dan ajakan halus dari Allah,
agar manusia kembali tunduk pada aturan-Nya.
Jika manusia ingin:
hidup aman,
lingkungan stabil,
rezeki berkah,
bencana mereda…
Maka kembalilah pada syariat Allah secara kaffah.
Karena hanya dengan itulah langit dan bumi kembali bersahabat.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


Posting Komentar untuk "Kenapa akhir² ini banyak terjadi bencana? Bisa jadi itu teguran dari Sang Pencipta, supaya manusia kabèh kembali pada aturan-Nya‼️☝️"