📰 Ketika Penjajah Bicara Perdamaian, Padahal Bullshit! Omong Tok.

 




Hari ini dunia kembali dipertontonkan sandiwara klasik: penjajah bicara perdamaian.

Mereka yang tangannya berlumuran darah, tiba-tiba tampil seolah-olah pembawa cahaya dan keadilan.

Negara yang menggempur negeri Muslim tanpa henti, yang mendukung penjajahan Zionis di Palestina, kini berbicara tentang peace and stability.


Padahal, di Gaza masih ada bayi yang tewas karena bom buatan mereka.

Bukan hanya itu, keluarga-keluarga Muslim kehilangan rumah karena rudal bantuan mereka. Selain itu juga para petani di Palestina sana kesulitan akibat ulah tentara Zionis Israel Laknatullah. Israel yang dibantu Amerika inilah mereka itu penjajah!.

Di seluruh dunia Islam, sistem mereka masih menindas umat dengan ekonomi riba, politik sekuler, dan budaya rusak.


Apakah ini yang disebut perdamaian?

Atau hanya kedamaian semu yang lahir dari ketundukan terhadap kekuatan kafir penjajah?



---


💣 Penjajah Tak Akan Pernah Ikhlas Membawa Kebaikan


Allah ﷻ telah menyingkap tabiat mereka sejak lama dalam firman-Nya:


> وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu sampai kamu mengikuti agama mereka.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 120)




Ayat ini menampar keras siapa pun yang masih berharap pengakuan atau pujian dari musuh Islam.

Sebab, mereka takkan pernah tulus mendukung umat Islam kecuali jika umat ini meninggalkan syariatnya dan meniru jalan hidup mereka.


Maka ketika penjajah memuji pemimpin Muslim, kita wajib bertanya:

Apakah karena kebaikan dan ketegasan Islamnya, atau justru karena sikap tunduk dan komprominya?



---


🕊️ Perdamaian yang Palsu


Perdamaian versi penjajah hanyalah ilusi politik.

Mereka menuntut umat Islam agar melupakan jihad, menghapus hukum Allah, dan mengganti sistem Islam dengan demokrasi sekuler.

Lalu setelah itu, mereka berkata:

“Lihat, kini dunia damai!”

Padahal damai bagi mereka adalah ketika umat Islam diam dan tunduk.


Allah ﷻ berfirman:


> وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

“Mereka ingin agar kamu bersikap lunak, maka mereka pun akan bersikap lunak (pura-pura bersahabat).”

(QS. Al-Qalam [68]: 9)




Inilah politik dua wajah: di depan kamera berbicara damai, di belakang layar menandatangani kontrak senjata dan perjanjian penjajahan ekonomi.



---


⚖️ Islam Tidak Butuh Perdamaian Palsu


Islam bukan agama perang, tapi juga bukan agama yang diam terhadap kezaliman.

Perdamaian sejati hanya lahir ketika hukum Allah tegak di muka bumi, bukan ketika umat tunduk pada aturan buatan manusia.


> إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya (jalan untuk menindak) hanyalah terhadap orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.”

(QS. Asy-Syura [42]: 42)




Maka, membongkar kemunafikan penjajah bukanlah ujaran kebencian — tapi amar ma’ruf nahi munkar dalam skala global!



---


🧭 Saatnya Umat Kembali Percaya Diri dengan Islam


Umat Islam harus berhenti kagum pada “pujian dunia” dan kembali yakin pada sistem Allah.

Kita bukan umat yang harus meniru Barat untuk maju — karena kemajuan sejati justru lahir dari ketaatan pada wahyu, bukan dari kompromi dengan kufur.


Rasulullah ﷺ bersabda:


> لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang tegak di atas kebenaran. Tidak akan membahayakan mereka orang yang menentang mereka hingga datang keputusan Allah.”

(HR. Muslim no. 1920)




Hadis ini adalah jaminan:

selama masih ada yang berani menyuarakan kebenaran, Islam tak akan pernah padam.



---


🩸 Penutup


Mereka bicara perdamaian, tapi menyiapkan bom di balik meja.

Mereka tersenyum di depan kamera, tapi menindas umat di belakang layar.

Itulah wajah dunia hari ini: damai di bibir, berdarah di bumi.


Maka jangan kagum pada “pujian penjajah”,

karena bagi mereka, Islam yang diam adalah Islam yang disukai.


> “Dan Allah tidak akan ridha kepada orang-orang yang kafir, bahkan sampai agama Allah itu tegak di atas seluruh agama.”

(Lihat QS. At-Taubah [9]: 33)





---


🕋 Kita tidak butuh perdamaian palsu dari penjajah.

Kita butuh keadilan sejati di bawah hukum Allah —

karena hanya itulah perdamaian yang hakiki.



---


Kalimat penutup khas buletin Kaffah:


> ✊ “Selama hukum Allah belum ditegakkan, selama itulah perdamaian hanya akan jadi propaganda penjajah.”


Wallahu a'lam bisshowab.


Posting Komentar untuk "📰 Ketika Penjajah Bicara Perdamaian, Padahal Bullshit! Omong Tok."