PAHAM NASIONALISME BUKAN BERASAL DARI ISLAM‼️Islam mengajarkan Ukhuwah Islamiyah, bukan batasan wilayah ciptaan penjajah


Mulai besok kita akan memasuki bulan Agustus, tepatnya Jum’at, 1 Agustus 2025 M. Bulan ini menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, karena pada bulan ini — tepatnya 17 Agustus — bangsa ini memperingati Hari Kemerdekaan dari penjajahan fisik oleh Jepang dan Belanda. Tahun ini Indonesia akan memperingati 80 tahun proklamasi kemerdekaan, yang digadang-gadang sebagai tonggak pembebasan rakyat dari penderitaan kolonialisme.


Tapi... benarkah Indonesia hari ini sudah benar-benar merdeka?

Apakah hanya dengan memasang bendera & upacara bendera dan lagu kebangsaan, serta menyanyikan “17 Agustus tahun 45...” itu artinya sudah merdeka sepenuhnya? Sedangkan hari ini kita menyaksikan harga kebutuhan itu podo naik semua serba mahal, pejabat kita banyak yang korupsi bahkan sudah jadi budaya, hukum hanya berpihak bagi mereka yang berduit, kemiskinan merajalela, kebodohan, kemunduran berfikir, kerusakan akhlak moral dikalangan remaja maupun masyarakat dan masih banyak lagi!.


💥 Fakta sejarah berkata lain.

Sebelum 1924 M, Indonesia—atau tepatnya Nusantara—adalah bagian dari kesatuan Daulah Khilafah Islamiyah di bawah kekuasaan Khilafah Turki Utsmani. Bukan cuma Indonesia loh, tapi juga Malaysia, Brunei, Mesir, Arab, Syam, dan lainnya. Mereka semua adalah satu kesatuan umat. Tapi semua berubah setelah runtuhnya Khilafah pada 3 Maret 1924, yang direkayasa oleh antek Inggris yaitu Mustafa Kemal Atatürk. Setelah itu umat Islam dicabik-cabik menjadi nation-state. Jadilah sistem nasionalis sekuler menggantikan ukhuwah Islamiyah.


Maka jangan heran, lahirlah sekat-sekat bernama “Indonesia”, “Malaysia”, “Mesir”, “Arab Saudi”, “Pakistan”, dll. Umat Islam tak lagi satu kepemimpinan. Sekat nasionalisme memisahkan yang dulunya bersaudara. Padahal Allah sudah menegaskan:


> إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara...”

(QS. Al-Hujurat: 10)




Rasulullah ﷺ juga bersabda:


> المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ...

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Ia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya..."

(HR. Bukhari & Muslim)




> مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم، كمثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى.

"Perumpamaan kaum Mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi seperti satu tubuh. Bila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakannya, dengan tidak bisa tidur dan panas (demam)."

(HR. Bukhari dan Muslim)




Lalu faktanya hari ini?


- Umat Islam di Gaza dibantai? Banyak umat Islam cuek.


- Palestina dibumihanguskan? Para penguasa Muslim hanya bisa kecam dan kirim bantuan sebungkus mie.


- Umat Rohingya, Uyghur, Kashmir, Suriah, dan lainnya? Bahkan tak jadi topik penting!



- Kenapa? Karena nasionalisme telah mencabut ruh ukhuwah Islamiyah dari dada umat. Paham ini telah mematikan empati kita terhadap sesama Muslim hanya karena beda bendera dan paspor. Bahkan kadang sesama Muslim dianggap "asing" hanya karena beda negara. Lah, padahal dulu kita satu! 😤


Paham nasionalisme ini berasal dari Barat. Ia adalah alat penjajah untuk memecah umat dan melemahkan kekuatan politik Islam. Bahkan Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


> مَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً، أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً، فَقُتِلَ، فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

“Barangsiapa yang berperang di bawah panji kebutaan (fanatisme golongan), mengajak kepada fanatisme, atau menolong fanatisme, kemudian ia terbunuh, maka kematiannya adalah mati jahiliyah.”

(HR. Muslim)




Maka jelas, nasionalisme itu bentuk ashobiyah modern. Ikatan yang rapuh. Dibangun di atas sekat wilayah, bukan atas dasar iman.



---


🎯 Hikmah & Harapan


Sebentar lagi “HUT Kemerdekaan” akan ramai dirayakan. Tapi alih-alih larut dalam euforia, jadikan ini momentum perenungan:

Apakah umat Islam sudah benar-benar merdeka? Atau masih dijajah secara sistem, ekonomi, hukum, dan pemikiran?


Demokrasi? KUHP? Sistem sekuler? Semua itu warisan Belanda!


Kalau memang mau merdeka total, kita harus bebas dari sistem kufur.

Hanya dengan Islam yang kaffah umat ini akan kembali mulia, bersatu, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.


> وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai...”

(QS. Ali Imran: 103)




Wallahu a’lam bish-showab.

Takbir! ALLAHU AKBAR! 🏴


 

Posting Komentar untuk "PAHAM NASIONALISME BUKAN BERASAL DARI ISLAM‼️Islam mengajarkan Ukhuwah Islamiyah, bukan batasan wilayah ciptaan penjajah"