Pada Senin malam Selasa, 16 Juni 2025 M, atau bertepatan dengan malam 21 Dzulhijjah 1446 H, telah digelar kembali Kajian tematik rutinan setiap sepekan sekali di Masjid At-Taqwa, Desa Cijeungjing, Ciamis. Acara ini diisi oleh KH. Ahmad Zen (Pimpinan Ponpes Al-Husna Cikampek) dan diselenggarakan oleh Majelis Al-Fathriyah bekerja sama dengan DKM At-Taqwa.
📌 Realitas Kita: Merdeka, tapi Belum Bebas!
Umat Islam di Indonesia khususnya di Ciamis hari ini secara historis memang sudah ‘merdeka’ secara politik. Tapi pertanyaan pentingnya: apakah kita benar-benar sudah merdeka secara hakiki, terutama dalam pandangan Islam?
Padahal Allah telah mengingatkan:
> أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًۭا لِّقَوْمٍۢ يُوقِنُونَ
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”
(QS. Al-Māidah: 50)
Tapi justru kini hukum jahiliyah dipertahankan, bahkan dilegitimasi. Syariat Islam yang harusnya menjadi rujukan malah dianggap radikal, sedangkan hukum buatan manusia dipuja-puji atas nama demokrasi dan HAM.
---
📉 Potret Krisis Kehidupan Hari Ini
✅ Aqidah rusak → pluralisme merajalela.
Padahal Allah berfirman:
> إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.”
(QS. Ali Imran: 19)
✅ Akhlak hancur → perzinahan, LGBT merajalela.
✅ Ekonomi bobrok → riba dilegalkan.
Padahal Rasul bersabda:
> مَا ظَهَرَ فِي قَوْمٍ ٱلرِّبَا وَٱلزِّنَا إِلَّا أَذِنُوا بِعَذَابِ ٱللَّهِ
“Tidaklah merebak riba dan zina dalam suatu kaum, kecuali mereka telah mengundang azab Allah.”
(HR. Ath-Thabrani)
Tapi Allah masih menahan azab itu, karena adanya binatang dan anak-anak tak berdosa. Kita berhutang budi kepada makhluk-makhluk tak bersalah itu.
---
💸 Kenyataannya Pemerintahan saat ini Memeras Bukan Mengurus!
Indonesia menaikkan PPN menjadi 12%. Di sisi lain, banyak rakyat miskin menjerit.
Rasulullah SAW bersabda:
> لَا يَدْخُلُ ٱلْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ
“Tidak akan masuk surga pemungut pajak.”
(HR. Abu Dawud, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani)
---
🧠 Mengapa Harus Kembali ke Syariat?
KH. Ahmad Zen mengingatkan pentingnya syariat secara utuh:
> Dalam kitab Shulamul Taufiq dan juga Nizhamul Islam karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani disebutkan bahwa:
“Islam hadir untuk memuaskan akal, menenangkan jiwa, dan menjawab seluruh problem kehidupan.”
Islam bukan hanya ritual. Islam itu sistem hidup! Maka orang beriman sejati harus mau diatur oleh Islam, ridha dengan hukum Allah, dan siap terikat sepenuhnya.
> وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
“Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.”
(QS. Al-Māidah: 45)
---
🛑 Demokrasi Bukan Solusi
Kajian ini juga mengingatkan bahwa sistem demokrasi telah gagal. Rakyat hanya dijadikan alat legitimasi lima tahunan. Padahal dalam Islam, kekuasaan adalah amanah, bukan rebutan.
---
🔖 Kesimpulan
✔ Kita darurat kerusakan! Akidah rusak, ekonomi rusak, akhlak rusak, ekosistem rusak.
✔ Solusi satu-satunya adalah kembali pada syariat Islam secara kaffah.
✔ Jangan terus menjadi korban sistem kufur. Tinggalkan demokrasi, tinggalkan sistem buatan manusia.
✔ Tegakkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
---
🌟 Hikmah & Harapan
Mari kita sadar dan sadar betul bahwa syariat Islam bukan sekadar wacana. Tapi ia adalah kebutuhan. Jangan hanya jadi penonton saat negeri ini dikuasai oleh para kapitalis dan sekuleris. Jadilah pejuang juga! Tentunya dengan mendakwahkan keadaan sekarang ini, makin banyak umat yang sadar tentu akan makin cepat kebangkitan Islam terjadi!
> إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
(QS. Muhammad: 7)
Sudah saatnya kita berhenti mempercayai sistem yang menipu dan mulai kembali kepada aturan Allah secara total.
Wallahu a’lam bishshawab
Takbir!
ALLAHU AKBAR‼️🔥




Posting Komentar untuk "BERSEGERA MELAKSANAKAN SYARIAT‼️☝️"