Istiqomah dalam Ibadah: Ojo mung di awal tok

 

Selasa, 11 Ramadhan 1446 H / 11 Maret 2025 M
🗓️Kalender Global Muhammadiyah (KHGT)

Hari ini kita sudah masuk hari ke-11 Ramadhan, Selasa 11 Maret 2025 M atau 11 Ramadhan 1446 H, sesuai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk terus beribadah di bulan yang penuh berkah ini. Tapi yo ojo mung semangat di awal tok! Awal Ramadhan masjid penuh, shaf depan rebutan, tilawah semangat, tapi pas pertengahan Ramadhan mulai kendor. Bukannya tambah rajin, malah sibuk mikirin menu buka, ngabuburit keliling-keliling, atau bahkan mulai males-malesan ibadah. Nah, di sinilah pentingnya istiqomah!


Istiqomah itu artinya terus-menerus dalam kebaikan, gak gampang loyo atau berubah-ubah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ


"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'" (QS. Fussilat: 30)


Jadi, istiqomah itu bukan soal menjaga semangat ibadah di awal saja, tapi tetap kuat sampai akhir. Ibarat lari maraton, yang penting bukan cuma sprint di awal, tapi juga bisa bertahan sampai garis finish. Nah, di bulan Ramadhan ini, istiqomah itu penting banget, jangan sampai semangatnya cuma di pekan pertama aja, habis itu males-malesan.


Salah satu tantangan di bulan Ramadhan ini adalah bukber. Bukber itu boleh, sah-sah aja, malah bisa jadi ajang silaturahmi. Tapi jangan sampai jadi makber alias maksiat bersama! Jangan karena asyik makan, ngobrol ngalor-ngidul, malah ninggalin shalat Maghrib. Lebih parah lagi kalau udah keenakan, akhirnya Isya juga kelewat, shalat Tarawih pun cuma jadi wacana. Eh iya, Tarawih mah sunnah sih, gak wajib, tapi sunnah yang sayang kalau ditinggalin. Dikerjain dapet pahala gede, gak dikerjain ya gak dosa, tapi rugi banget! Apalagi di bulan Ramadhan ini, setiap amalan sunnah pahalanya dilipatgandakan. Jadi ya mending ikut Tarawih, mumpung kesempatan masih ada.


Istiqomah juga bukan cuma soal ibadah ritual aja. Islam itu bukan hanya tentang shalat, puasa, dan dzikir, tapi juga soal akhlak, muamalah, dan amal sholeh lainnya. Percuma rajin Tarawih kalau masih suka bohong, rajin tilawah tapi mulutnya suka nyinyir, puasa tapi kelakuannya masih suka menyakiti orang lain. Maka dari itu, bulan Ramadhan ini harus jadi momen untuk memperbaiki diri secara keseluruhan. Bukan cuma memperbanyak ibadah, tapi juga meningkatkan kualitas diri sebagai Muslim yang lebih baik.


Rasulullah ﷺ bersabda:


أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ


"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim)


Jadi, daripada semangat di awal doang terus kendor, mending amalan kita konsisten meskipun sedikit. Gak harus langsung banyak, tapi istiqomah. Misalnya, kalau biasanya baca Al-Qur’an sehari 1 juz, tapi pertengahan Ramadhan malah gak baca sama sekali, ya mending dikurangi tapi tetap jalan. Kalau Tarawih awalnya ikut 23 rakaat terus lama-lama jadi males, ya minimal ikut 11 rakaat tetap lanjut. Yang penting jangan berhenti!


Mari kita manfaatkan sisa Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai nanti pas Idul Fitri malah nyesel karena Ramadhan kita berlalu tanpa perubahan. Semoga kita semua bisa istiqomah dalam ibadah, istiqomah dalam kebaikan, dan menjadi hamba yang semakin dekat dengan Allah. Aamiin!



Posting Komentar untuk "Istiqomah dalam Ibadah: Ojo mung di awal tok"