Pada kemaren Ahad, 2 Februari 2025 M atau bertepatan dengan 3 Sya’ban 1446 H, umat Islam dari berbagai daerah berkumpul di depan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dalam aksi damai membela Palestina. Aksi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta kelompok-kelompok lain yang memiliki tujuan yang sama, yaitu menyerukan pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Takbir berkumandang, bendera tauhid dikibarkan, dan berbagai orasi disampaikan untuk menggugah kesadaran umat Islam agar bersatu dalam membela saudara-saudara Muslim yang tertindas.
Aksi bela Palestina ini tidak hanya berlangsung di Yogyakarta, tetapi juga di berbagai kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Palembang, dan Samarinda. Di setiap kota, puluhan ribu umat Islam turun ke jalan dengan damai, membawa pesan yang jelas: menuntut penguasa negeri-negeri Muslim untuk mengerahkan kekuatan mereka dalam membela Palestina dan melawan penjajahan Israel. Persatuan umat Islam dalam aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan hanya milik satu kelompok atau ormas tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh umat Islam sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌۭ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)
Yogyakarta sebagai tempat digelarnya aksi ini memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjuangan Islam. Kota ini adalah tempat kelahiran Muhammadiyah, sebuah gerakan tajdid yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang sangat peduli terhadap umat Islam di seluruh dunia, termasuk dalam mendukung perjuangan Palestina. Selain itu, Yogyakarta juga memiliki sejarah erat dengan Kesultanan Turki Utsmani, di mana Kraton Yogyakarta pada masa lalu diakui sebagai wakil Khilafah Islam di Tanah Jawa.
Sebagai bagian dari sejarah Islam, Kesultanan Yogyakarta pernah menjalin hubungan erat dengan Daulah Utsmaniyah. Sultan Hamengkubuwono I dan para penerusnya menjaga nilai-nilai Islam dalam pemerintahan mereka, yang mencerminkan bagaimana Islam memiliki peran besar dalam tatanan politik dan sosial di Nusantara. Hal ini mengingatkan kita pada sabda Rasulullah ﷺ:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti satu tubuh. Jika satu bagian tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan merasa demam." (HR. Muslim)
Aksi bela Palestina ini menunjukkan bahwa umat Islam masih memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama Muslim yang tertindas. Perbedaan ormas tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bersatu dalam memperjuangkan keadilan. Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, umat Islam di Yogyakarta dan seluruh Indonesia membuktikan bahwa mereka masih memiliki kepedulian terhadap nasib Palestina dan berharap dunia Islam segera bangkit dari kelemahannya.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa umat Islam harus terus bersatu dalam membela kehormatan mereka. Persatuan ini bukan hanya sebatas aksi jalanan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata untuk memperjuangkan hak-hak kaum Muslimin. Sebab, Allah telah berfirman:
وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَازَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)
Semoga aksi-aksi semacam ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi benar-benar menjadi pendorong bagi umat Islam untuk bersatu, memperkuat solidaritas, dan mengembalikan kejayaan Islam. Kita berdoa agar Allah segera memberikan pertolongan-Nya kepada saudara-saudara kita di Palestina dan menguatkan umat Islam dalam perjuangan ini.
Allahu Akbar! Islam pasti jaya!

Posting Komentar untuk "Aksi Bela Palestina Juga Turut Meriah di Yogyakarta: Daerah Basis Muhammadiyah & Kraton Jogja, Bekas Wakil Khilafah Turki Utsmani di Tanah Jawa"